Prabowo Mengaku Ingin Selamatkan Kiani Kertas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Tim penyidik Kejaksaan Agung hari ini memeriksa Direktur PT Nusantara Energi Prabowo Subianto sebagai saksi, terkait kasus proses pengambilalihan kredit PT Kiani Kertas di Bank Mandiri senilai US$ 201.242 juta atau sekitar Rp 1,89 triliun. Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu dimintai keterangan selama 10 jam. Seusai diperiksa, Prabowo menyatakan, saat mengambil alih PT Kiani Kertas, kredit pada perusahaan pulp kertas itu sudah berstatus macet selama enam tahun. "Jadi waktu itu kami berupaya menyelamatkannya," ujarnya di Kejaksaan Agung, Selasa (5/7). Prabowo menilai, Kiani merupakan perusahaan beraset strategis.Ditanya penjualan sejumlah aset Kiani ke JP Morgan, Prabowo menjelaskan, karena perusahaan itu membutuhkan suntikan modal kerja senilai US$ 50 juta. Namun menurutnya, Bank Mandiri belum menyetujui permintaan itu."Saya butuh waktu guna mencari US$ 50 juta karena kemampuan menjalankan Kiani Kertas dari bulan ke bulan sangat sulit," ujar Prabowo. Prabowo mengaku telah melaporkan pada pemerintah dan pemimpin nasional mengenai niatnya menjual aset Kiani Kertas . Sebetulnya, Prabowo mengaku ingin perusahaan itu tetap "di tangan putra Indonesia". Ia menjelaskan, industri kertas di Indonesia sangat kompetitif dengan masa tebang pohon enam hingga tujuh tahun. Astri Wahyuni

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.