Demam Berdarah Mengganas di Bangkalan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan penyemprotan/pengasapan (fogging) nyamuk penyebab demam berdarah (Aedes Aegypti).[TEMPO/ Tommy Satria]

    Petugas melakukan penyemprotan/pengasapan (fogging) nyamuk penyebab demam berdarah (Aedes Aegypti).[TEMPO/ Tommy Satria]

    TEMPO.CO, Bangkalan - Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menetapkan status kejadian luar biasa penyakit demam berdarah dengue (DBD) untuk Kecamatan Geger. Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan Aida Rahmawati mengatakan penetapan status KLB dikarenakan jumlah penderita demam berdarah di Geger meningkat 100 persen dalam dua pekan terakhir.

    "Dengan status KLB, pencegahan DBB di kecamatan itu akan diprioritaskan," kata Aida, Jumat, 9 Januari 2015. (Baca berita lain: Wabah Demam Berdarah di Malang, Lima Meninggal)

    Data Dinas Kesehatan menyebutkan sepanjang 2014, Puskesmas Geger mencatat hanya tujuh warga yang dirawat karena terjangkit demam berdarah. Namun, pada awal Januari 2015 jumlah penderita penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti itu telah mencapai 28 orang.

    Sebagian besar korban berasal dari  Desa Banyuning Dejeh dan Desa Banyuning Laok. Adapun usia para penderita berkisar antara 3 sampai 39 tahun. "Jadi orang dewasa juga rentan demam berdarah," ujar dia. (Baca: Kemenkes: Indonesia Masih Endemis Demam Berdarah)

    Agar endemi demam berdarah tidak meluas, menurut Aida, pihaknya tidak hanya menggencarkan penyuluhan tentang pemberantasan sarang-sarang nyamuk, fogging focus atau pemberian bubuk abate ke wilayah yang rawan, namun juga meminta petugas kesehatan aktif turun lapangan memantau langsung ke desa endemi demam berdarah.

    "Dengan turun langsung, kita bisa petakan, solusi yang tepat untuk memberantas," ujarnya. (Baca: Diduga Ebola, Ternyata Terjangkit Demam Berdarah)

    Aida meminta warga mewaspadai menjalarnya demam berdarah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Karena diperkirakan serangan nyamuk Aedes aegypti ini akan berlangsung dua hingga tiga bulan ke depan seiring berlangsungnya musim penghujan.

    "Tahun lalu, Kecamatan Blega yang kami nyatakan KLB, sekarang pindah ke Kecamatan Geger. Jadi warga kami minta waspada," katanya. (Simak pula: Hujan Sporadis Picu Kasus Demam Berdarah)

    MUSTHOFA BISRI

    Berita Terpopuler Lainnya:
    Teror Lagi di Paris, Polwan Tewas Tertembak
    Kisah Penyelam Belut pada Pencarian Air Asia
    Tarif Pesawat Diatur, Selamat Tinggal Tiket Promo
    Di Australia, Dosen UIN Aceh Ikut Klub Gereja
    Ribut Izin Terbang, Menteri Jonan Mengadu ke KPK
    Setelah Black Box Air Asia Ketemu, Korban Lain?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.