Cindy, Duka AirAsia, dan Kidung Doa SMA Dempo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan siswa lakukan do'a bersama untuk rekannya yang menjadi korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di SMAK Santo. Albertus, Malang, Jawa Timur, 5 Januari 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Puluhan siswa lakukan do'a bersama untuk rekannya yang menjadi korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di SMAK Santo. Albertus, Malang, Jawa Timur, 5 Januari 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Malang - Ratusan siswa Sekolah Menengah Atas Katolik Santo Albertus Malang memasuki aula sekolah, Senin, 5 Januari 2015. Para siswa terlihat lesu. Mereka menggelar misa kematian untuk mendoakan keluarga besar sekolah yang dikenal bernama SMA Dempo yang menjadi penumpang AirAsia. Apalagi, Cindy Clarissa Soetjipto, pelajar kelas X, menjadi salah satu korban pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura. (Baca: 3 Jenazah Korban Air Asia QZ8501 Diterbangkan ke Surabaya)

    Kesedihan tergambar jelas di raut muka para siswa. Tak terkecuali Sisca Dhea Zefanya, teman sekelas yang menjadi sahabat dan teman curhat bagi Cindy. Ia tak kuasa menahan air mata saat Ketua Pastoral Care, Albertus Ignatius Imam Sukarno, memimpin doa. "Cindy anaknya pendiam dan baik hati," kata Sisca.

    Meski pendiam, katanya, Cindy dikenal jahil dan suka menggoda temannya. Namun, kadang Cindy menjadi teman yang suka memberikan semangat. Seperti saat Sisca takut salah dan melanggar tata tertib sekolah, Cindy memberikan semangat dan jalan keluar. "Kata Cindy tak perlu takut dan melanggar tata tertib," katanya. (Baca: 4 Jenazah Korban Air Asia QZ8501 Teridentifikasi)

    Sementara teman sekelas Cindy, Michael Owan, mengenang Cindy sebagai temannya yang lucu dan menyukai karakter film kartun Hello Kitty. Karakter kucing nan lucu itu terpasang di bungkus telepon cerdasnya. Ia memamerkannya sebagai kado Natal dari orang tuanya. "Terakhir komunikasi saat Natal. Sebelum berangkat ke Singapura," kata Owan.

    Mereka sangat kehilangan Cindy yang selama ini menjadi karib dalam belajar. Sahabatnya berdoa agar jasad Cindy segera ditemukan untuk dilakukan penghormatan terakhir. Mereka mengaku merelakan Cindy berpulang ke alam baka, namun mereka lebih bahagia jika jasadnya ditemukan dan diperabukan di Malang. (Baca: Air Asia QZ8501 Tak Diizinkan Terbang Ahad Lalu)

    Cindy merupakan adik dari Kevin Alexander Soetjipto, 22 tahun, yang jasadnya telah berhasil diidentifikasi. Keduanya menjadi korban bersamaan dengan orang tuanya, Rudi Soetjipto (ayah) dan Lindawati Anggoro (ibu). Keluarga Jalan Terusan Tinombala 16, RT 2 RW 1, Kota Malang, ini berangkat bersamaan untuk mengisi liburan di Singapura.

    Jasad Kevin dikremasi di Krematorium Sentong, Lawang, Kabupaten Malang. Setelah sempat disemayamkan selama dua hari di rumah persemayaman Gotong Royong Malang. Kevin juga tercatat sebagai alumni SMAK Santo Albertus lulus 2011.

    Total sebanyak 10 penumpang AirAsia merupakan keluarga besar SMAK Santo Albertus, sembilan di antaranya alumni dan seorang siswa aktif, diantaranya Indar Prasetyo Wijaya Kee lulus 1977, Ruth Natalia alumni 2007, Andrian Noventus alumni 2011, Edward Febriantus alumni 2014, Sudandhini Liman alumni 1994, Finna Handayani alumni 2002, Ronny Handoyo alumni 2002, dan Bob Hartanto Wijaya alumni 2007.

    Prosesi doa atau misa kematian berjalan khidmat. Seluruh siswa, guru, dan staf berdiri saat Albertus memimpin doa. Kidung puji-pujian mengiringi doa bagi arwah para penumpang AirAsia. Para peserta berdoa dengan khusyuk. Saat memimpin doa, Albertus meminta para siswa mengambil hikmah dalam kecelakaan pesawat ini.

    "Tragedi ini sebagai cara Tuhan menunjukkan kasih-Nya. Semoga saudara kita diampuni dosanya," kata Albertus. Dengan keimanan kita, katanya, kita merayakan belas kasih Tuhan dengan hati. Seluruh siswa mengikuti doa bersama sambil sebagian siswa terlihat menitikkan air mata.

    Seusai berdoa, hujan tangis para siswa meledak saat sebuah proyektor memutar foto dan video para korban AirAsia asal SMA Dempo. Sejumlah pemberitaan media juga disajikan sebuah layar raksasa di aula sekolah. Temaram lilin yang terpajang di area aula menambah suasana syahdu doa bagi korban AirAsia.

    EKO WIDIANTO

    Baca berita lainnya:
    Bos Air Asia: Headline Media Malaysia Ngawur

    Ribut Rute AirAsia, Menteri Jonan di Atas Angin?

    Jonan Bekukan Rute AirAsia, Ada Tiga Keanehan

    Adian Napitupulu: Wiranto Danai 'Di Balik 98'?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.