Kisah Bersama Tim Elite Basarnas Memburu Air Asia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tim Basarnas Indonesia, memantau kearah luar jendela pesawat Hercules C-130 saat mencari pesawat AirAsia QZ8501 di perairan selat Karimata, Belitung Timur, Bangka Belitung, 29 Desember 2014. (AP Photo)

    Seorang tim Basarnas Indonesia, memantau kearah luar jendela pesawat Hercules C-130 saat mencari pesawat AirAsia QZ8501 di perairan selat Karimata, Belitung Timur, Bangka Belitung, 29 Desember 2014. (AP Photo)

    TEMPO.CO, Manggar - Kapal warna oranye milik tim Badan SAR Nasional bernama Kapal Nusantara 224 dengan panjang 40 meter bertolak dari Dermaga Kalijabat, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada pukul 15.45 WIB, Ahad, 28 Desember 2014. Keberangkatan kapal hanya berselang enam jam sejak pesawat Air Asia bernomor penerbangan QZ8501 dilaporkan hilang kontak. (Baca: 4 Cerita Korban Selamat dari Kecelakaan Pesawat

    Total, ada 55 penumpang yang berada di kapal berlantai tiga itu. Mereka terdiri atas 14 kru kapal, 20 anggota Basarnas Special Group (BSG), dan 21 penumpang dari sejumlah media. Kapal dinakhodai Kapten Ahmad dari SAR pusat. Sedangkan BSG dikomandoi oleh Komandan Kompi Charles Batlajery. (Baca: Air Asia Raib, Akun Indigo Ini Bikin Heboh)

    Kapal ini dilengkapi logistik berupa air minum, biskuit, makanan kaleng, dan mi instan serta peralatan deteksi, seperti direction finder dan pendeteksi magnet. Tim juga menyiapkan perlengkapan selam, remote operated vehicle alias kamera pelacak kedalaman laut, dan kantong mayat. (Baca: Misteri Tiga Menit Sebelum Hilangnya Air Asia)

    Charles menuturkan misi pencarian Air Asia rute Surabaya-Singapura yang mendadak raib itu akan berlangsung selama tujuh hari, sesuai dengan standar operasional. "Kalau ketemu sebelum tujuh hari, tim akan ditarik. Kalau kebih dari itu, waktu pencarian pasti diperpanjang," ujar pria Ambon ini. (Baca: Pemindai Canggih Pelacak Air Asia)

    Kapal berangkat di bawah naungan langit berawan, tapi kondisi laut cukup tenang. Tujuannya adalah 240 mil laut arah timur laut Jakarta atau perairan sebelah selatan Kalimantan. Itu adalah titik pertama dari empat lokasi perkiraan keberadaan pesawat yang harus disisir KN 224.

    Pesawat Air Asia QZ8501 hilang dari pantauan radar milik otoritas penerbangan di Indonesia, Ahad pagi, 28 Desember 2014. Pesawat rute Surabaya-Singapura yang mengangkut 155 penumpang dan 7 awak ini terakhir kali terekam di atas perairan Belitung pada pukul 06.16. (Baca: Empat Beda Raibnya AirAsia dan MH370)

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA





    Baca juga:
    Ahok Batasi Tiket Malam Tahun Baru Rp 15 Juta
    Pesawat Pencari Air Asia Dibekali Radar Khusus
    Erik Meijer : Indonesia Butuh Country Branding
    Ahok Bangun 200 Tower Rusun Tahun Depan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?