Blusukan ke Sorong, Jokowi Beri Bantuan Nelayan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato kepada para pedagang di Pasar Pharaa, Sentani, Jayapura, Papua, 27 Desember 2014. TEMPO/Cunding Levi

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato kepada para pedagang di Pasar Pharaa, Sentani, Jayapura, Papua, 27 Desember 2014. TEMPO/Cunding Levi

    TEMPO.CO, Sorong - Presiden Joko Widodo mengunjungi kampung nelayan di Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat, Senin, 29 Desember 2014. Di sana, Jokowi berdialog dengan puluhan nelayan selama sekitar setengah jam sejak pukul 10.00 WIT.

    Setelah berdialog, Jokowi mengatakan hampir semua nelayan di kampung Sorong Manoi menggunakan perahu tradisional setiap melaut. "Tidak ada yang pakai motor di perahunya," ujar Jokowi. (Baca juga: Blusukan ke Jayawijaya, Jokowi Disambut Meriah)

    Kondisi ini membuat nelayan tak bisa mencari ikan ke tempat-tempat yang jauh. Karena itu, Jokowi membantu membelikan motor untuk perahu para nelayan.

    Jokowi memberikan duit Rp 20 juta untuk membeli sepuluh unit motor perahu. "Saya lihat dulu bagaimana penggunaannya," tutur Jokowi. "Kalau hasilnya bagus, saya tambah. Anggarannya ada." (Baca juga: Jokowi Janjikan Jalur Kereta Papua Rampung 5 Tahun)

    Selain motor untuk perahu, Jokowi juga mendengarkan keluhan dari para nelayan ihwal tak adanya bantuan dari pemerintah daerah setempat. Menurut Jokowi, mekanisme bantuan ini harus dibenahi. "Kenapa dari pusat ada bantuan tapi tidak sampai ke bawah? Sistem itu yang harus diperbaiki."

    PRIHANDOKO

    Terpopuler:
    Daftar Nama Kru dan Penumpang AirAsia
    Posisi 2 Pesawat Ini Dekat dengan AirAsia QZ8501 
    Beredar Broadcast Semua Penumpang AirAsia Selamat
    Lima Teori Hilangnya Pesawat Air Asia
    Tak Baca Email, 10 Penumpang AirAsia Batal Terbang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?