Pesawat AirAsia Hilang, Malaysia Tawarkan Bantuan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat AirAsia di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, Juni 2014. Pertwee/Bloomberg via Getty Images

    Pesawat AirAsia di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, Juni 2014. Pertwee/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Putrajaya - Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menawarkan bantuan untuk mencari pesawat AirAsia bernomor penerbangan QZ8501 dengan rute Surabaya-Singapura yang hilang kontak pagi ini, Ahad, 28 Desember 2014. AirAsia adalah maskapai penerbangan asal Malaysia yang dimiliki Tony Fernandes. (Baca: AirAsia Hilang Kontak, Ada Indikasi Dibajak?)

    "Kami akan membantu untuk mencari tahu apa yang terjadi pada pesawat tersebut," ujar Najib, sebagaimana dikutip Straittimes, Ahad, 28 Desember 2014.

    Najib menuturkan belum tahu pasti nasib pesawat yang hilang kontak di atas perairan Tanjung Pandan, Bangka Belitung, itu. Najib mengaku hanya menerima informasi bahwa pesawat tersebut hilang kontak dan hilang dari radar tak lama setelah terbang dari Surabaya. (Baca: Buru Titik Jatuh Air Asia, Basarnas Dikerahkan)

    "Hilang kontak berarti ada banyak kemungkinan terjadi pada pesawat tersebut," kata Najib.

    AirAsia QZ 8501 berjenis Airbus A320. Pesawat dengan nomor seri PK-AXC itu menampung 162 orang.

    ISTMAN M.P. | STRAITTIMES

    Topik terhangat:

    Banjir | Natal dan Tahun Baru | 10 Tahun Tsunami | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Golongan Listrik Ini Tak Disubsidi per 1 Januari
    Faisal Basri Sebut Harga Premium di 'Ruang Gelap' 
    Hujan Deras, di Mana Saja Titik Banjir Jakarta?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.