Sarwono: Ada Calon Ketum Golkar yang Pro-Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden Prabowo Subianto didampingi Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie menggelar pertemuan di Hotel Four Season, Jakarta, 20 Juli 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Calon Presiden Prabowo Subianto didampingi Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie menggelar pertemuan di Hotel Four Season, Jakarta, 20 Juli 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus senior Partai Golongan Karya Sarwono Kusumaatmadja menyatakan sejumlah tokoh yang maju sebagai calon ketua umum mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Tak hanya itu, tokoh itu tampak akan mengubah haluan Golkar, dari bergabung dengan Koalisi Merah Putih menjadi ke Koalisi Indonesia Hebat.

    Hal ini juga, menurut Sarwono, yang menjadi alasan Ketua Umum Golkar saat ini, Aburizal Bakrie alias Ical, kembali mencalonkan diri dan kukuh memastikan kemenangan. Aburizal menjadi jaminan partai beringin tetap berada di koalisi pimpinan Partai Gerakan Indonesia Raya. (Baca: Ical: Jangan Kaget Istri Saya Maju Ketum Golkar

    "Ada, tapi tak bisa dikatakan. Saya yakin orang itu juga belum mau diungkapkan sekarang," tutur Sarwono di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 15 November 2014. Ia menegaskan bahwa kemenangan Jokowi-JK dalam pemilihan umum presiden tak lepas dari pengaruh sebagian kader Golkar yang pro-KIH.

    Sarwono tak menampik pengaruh JK sangat besar dalam proses pemilihan ketum dalam Musyawarah Nasional Golkar pada Januari 2015. Sarwono berharap calon yang terpilih tak bersikap pragmatis atau mengedepankan logistik. Sosok ketum juga bukan orang yang menjadikan partai sebagai kendaraan untuk mencapai jabatan tertentu. (Baca: Akbar Pastikan Rapimnas Golkar Tak Belok ke Munas)

    Menutur dia, ketum bisa saja berasal dari kelompok muda, tapi yang bebas dari pengaruh tokoh senior. "Baik atau tidaknya calon baru bisa dinilai kalau sudah terpilih," kata Sarwono. Selain Ical, tokoh lain yang maju dalam pencalonan adalah Agung Laksono, M.S. Hidayat, Agus Gumiwang, Hajriyanto Thohari, Priyo Budi Santoso, Airlangga Hartanto, dan Zainuddin Amali.

    FRANSISCO ROSARIANS


    Baca Berita Terpopuler
    Di Mimbar Masjid, Pria Ini Pimpin Doa Tolak Ahok
    Ahok Akan Dilantik, FPI: Itu di Tangan Tuhan
    Unhas Geger, Guru Besar dan Mahasiswi Nyabu
    Tertangkap Nyabu, Ini Pembelaan Guru Besar Unhas
    G20, Sofyan Djalil Tak Setuju Usulan Menteri Susi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.