Jokowi Menjajal Kereta Api Paling Cepat di Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi tiba di stasiun Tianjin setelah naik kereta cepat dari Beijing, 9 November 2014. TEMPO/Ananda Teresia

    Presiden Jokowi tiba di stasiun Tianjin setelah naik kereta cepat dari Beijing, 9 November 2014. TEMPO/Ananda Teresia

    TEMPO.CO, Tianjin - Presiden Joko Widodo menggunakan transportasi kereta api supercepat di dunia dari Beijing ke Tianjin. Ini bagian dari kunjungan Jokowi selama di mengikuti pertemuan tingkat tinggi Asia Pacific Economic Cooperation di Beijin, Cina, dari 7 - 12 Nopember 2014.

    Jokowi dengan Iriana Widodo menaiki dari stasiun Selatan Beijing. Jokowi beserta rombongan tiba di stasiun sekitar jam 12:30 dan langsung menuju salah satu kereta cepat. (Baca: Jokowi Berharap Hubungan Cina-Indonesia Lebih Konkret  )

    Jokowi duduk di gerbong pertama, bagian paling depan atau dekat masinis. Di bagian depan kereta yang diberi sekat, Jokowi duduk ditemani dengan Iriana, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Sofyan Djalil, Wakil Ketua DPD, Ratu Hemas, dan beberapa pejabat pemerintahan Cina. (Baca: Ini Isu Menteri Gobel Saat Temui Lima Menteri APEC  )

    Kecepatan kereta yang ditumpangi Jokowi mencapai 306 km per jam. Di Tianjin, Jokowi akan mengunjungi dua pelabuhan dan satu pembangkit listrik yaitu Integrated Service Center Tianjin Port, Pacific International Container Port, serta SDIC Beijing Power Plant. (Baca: Jokowi Mempelajari Infrastruktur Maritim Cina)

    Jokowi tiba di stasiun Tianjin sekitar jam 13:00 waktu setempat. Di sini, Jokowi disambut Walikota Tianjin dan diberikan karangan buka. Jokowi mengenakan setelan jas hitam sementara Iriana menggunakan over-coat hitam dengan syal merah tua.

    Pemerintah Cina membangun jalur kereta cepat sejak 2004. Menurut data dari Bank Dunia, hingga kini, jalur kereta cepat di Cina telah mencapai sekitar sepuluh ribu kilometer atau seribu kilometer terbangun tiap tahun. 

    ANANDA TERESIA

    Berita lain:

    Nurul Arifin: Muntah Lihat Menteri Jokowi Blusukan
    Dukung Menteri Blusukan, Tweeps Bully Nurul Arifin
    Nurul Arifin Menyesal Tak Sebar Duit Saat Pemilu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.