Jokowi Tak Butuh, Relawan Bakal Membubarkan Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan membentangkan Bendera Merah Putih raksasa saat mengikuti kirab budaya menyambut Presiden ketujuh Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di kawasan MH Thamrin, Jakarta, 20 Oktober 2014. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Relawan membentangkan Bendera Merah Putih raksasa saat mengikuti kirab budaya menyambut Presiden ketujuh Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di kawasan MH Thamrin, Jakarta, 20 Oktober 2014. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Jokowi Advance Social Media Volunteers, Kartika Djoemadi, menyatakan barisan relawan akan membubarkan diri jika tidak dibutuhkan lagi oleh Presiden Joko Widodo. Sampai saat ini mereka masih menunggu kepastian dari Jokowi. (Baca: Relawan Kecewa dengan Susunan Kabinet Jokowi)

    "Jokowi pernah bilang barisan relawan jangan dibubarkan karena akan dilibatkan untuk partisipasi publik. Tapi kami belum tahu apakah akan dilembagakan," kata Kartika ketika dihubungi Tempo, Senin, 27 Oktober 2014.

    Jika barisan relawan yang terdiri atas Jasmev, Asmibat, Seknas, dan Pro Jokowi, dilembagakan, menurut Kartika, mereka lebih fokus membantu Jokowi. Barisan relawan, ucap Kartika, bisa ditempatkan di unit kerja presiden yang membawahi partisipasi publik.

    "Bisa juga digabung ke kementerian. Tapi konsepnya belum jelas," kata Kartika. Namun bila konsep itu tidak memungkinkan, Kartika menyatakan, barisan relawan tetap menerimanya. "Enggak apa-apa, kami akan mengawal dari jauh sebagai parlemen jalanan." (Baca: Relawan Projo: 10-an Menteri Bermasalah)

    Para relawan akan kembali ke aktivitas masing-masing. Sebab, selama pemilihan umum legislatif dan presiden lalu mereka meninggalkan pekerjaannya. "Relawan ini banyak sekali, bahkan yang dari luar negeri juga banyak. Sekarang mau balik kerja," kata Kartika.

    SINGGIH SOARES

    Berita lain:
    Tujuh Pertanyaan Ibas kepada Jokowi
    ICW Ajak Waspadai Menteri Asal Partai
    Ini Dia Menteri Luar Negeri Wanita Pertama RI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.