Kamis, 20 September 2018

Dua Apache Meriahkan HUT TNI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter Apache melintas di atas barisan prajurit TNI AD yang melakukan persiapan gladi bersih HUT TNI di Dermaga Ujung, Mako Armatim, Surabaya, 4 Oktober 2014. TEMPO/Fully Syafi

    Helikopter Apache melintas di atas barisan prajurit TNI AD yang melakukan persiapan gladi bersih HUT TNI di Dermaga Ujung, Mako Armatim, Surabaya, 4 Oktober 2014. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - Dua helikopter canggih Apache turut memeriahkan perayaan HUT TNI ke-69 di Surabaya. Alutsista tersebut baru saja dibeli dari Amerika Serikat.

    Dalam geladi resik hari ini, Sabtu, 4 Oktober 2014, di sekitar dermaga kawasan Komando Armada Kawasan Timur, Surabaya, dua helikopter tersebut melakukan fly pass bersama dengan heli jenis bell dan pesawat hercules. Apache juga bermanuver bersama dua tank amphibi marinir Angkatan Laut.

    "Kami akan tampilkan dua helikopter Apache AH 64 D. Akan melintas di depan podium," kata pembawa acara geladi resik. Pemerintah Indonesia membeli delapan unit helikopter Apache, yang pengirimannya secara bertahap hingga tahun 2021.

    Dalam perayaan HUT TNI, 5 Oktober 2014, tiga matra, yakni TNI AD, AL, dan AU akan memamerkan berbagai alutsista yang didapatkan selama dua periode pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Di antaranya akan ditampilkan 239 pesawat, 45 kapal perang, dan 150 kendaraan tempur.

    Upacara peringatan HUT TNI kali ini akan melibatkan 18.580 personel untuk pasukan upacara. Acara ini akan dihadiri Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono, serta presiden terpilih Joko Widodo dan wakilnya Jusuf Kalla. Bekas Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao rencananya juga akan datang.

    Edwin Fajerial

    Terpopuler
    Ahok Jadi Gubernur, FPI: Enggak Ada Orang Lain?
    Kenapa FPI dan FBR Menolak Ahok?
    Siapa Yulian, Kader PDIP yang Cium Ceu Popong
    24 Tahun Mencuri, Pria Ini Hidup Kaya Raya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salah Tangkap, Penangkapan Terduga Teroris, dan Pelanggaran HAM

    Sejak insiden Mako Brimob Kelapa Dua pada Mei 2018, Polri tak mempublikasi penangkapan terduga teroris yang berpotensi terjadi Pelanggaran HAM.