Idha Protes Sidang Dihadiri Wartawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Idha Endri prastiono sblm menjalankan sidang Komisi Kode Etik Polisi. TEMPO/Aseanty Pahlevi

    Idha Endri prastiono sblm menjalankan sidang Komisi Kode Etik Polisi. TEMPO/Aseanty Pahlevi

    TEMPO.CO, Pontianak - Terduga pelanggar dalam Sidang Komisi Kode Etik Kepolisian, Ajun Komisaris Besar Polisi Idha Endri Prastiono, protes lantaran sidangnya dihadiri wartawan. Dia menyatakan tidak pernah diberi kesempatan untuk membela diri di hadapan media. (Baca: AKBP Idha Terancam Dipecat dalam Sidang Etik)

    “Saya pikir ini proses sidang internal, kok wartawan masuk? Ini mengganggu privasi saya. Saya, kan, masih terduga pelanggar,” kata Idha Endri seusai menjalani Sidang Komisi Kode Etik, Rabu, 1 Oktober 2014.

    Dia mengatakan, sejauh yang diketahuinya, Sidang Komisi Kode Etik hanya untuk internal Polri dan PNS Polri. Dia mengaku keberatan dengan hadirnya media massa dalam sidang tersebut. “Ini, kan, menggiring opini saya bersalah,” ujarnya. (Baca: AKBP Idha Endri Jalani Sidang Etik Hari Ini)

    Idha menyatakan dirinya tidak pernah diberi kesempatan untuk membela diri. Selama ini, kata dia, keterangan yang diambil media massa hanya dari Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Sedangkan dia tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya. “Sabar saja dulu, ya, nanti besok usai sidang, wawancara saya lagi,” katanya.

    Terkait dengan proses persidangan yang baru usai, Idha mengatakan belum mengambil langkah hukum apa pun. Dia akan mengikuti proses hukum yang tengah berjalan. “Tidak perlu menggebu-gebu. Kita berproses hukum secara santun saja. Ketika ada waktunya melakukan pembantahan, kita lakukan,” kata Idha. (Baca: Berkas AKBP Idha Endri Diberi Batas Waktu Hari Ini)

    Disinggung kemungkinan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) yang dihadapinya, Idha langsung membantah keras. Menurut dia, belum ada putusan terhadap kasus yang dihadapinya. Putusan dalam Sidang Komisi Kode Etik bukan hanya PTDH. Untuk itu, dia membiarkan proses hukum berjalan. Jika nanti tidak sesuai dengan fakta menurut pihaknya, dia akan mengajukan keberatan atau banding.

    ASEANTY PAHLEVI

    Berita lain:
    Protein Penyebab Kanker Payudara Ditemukan
    Kebahagiaan Bill-Hillary Clinton Jadi Kakek Nenek
    Akan Dibangun Galeri Indonesia Kaya Terbesar
    Begini, Terapkan Lima Pola Makan Sehat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.