Tidak Jadi Menteri, Abraham Siap Maju Pilpres 2019  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut dua Joko Widodo mengucapkan salam kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad usai melakukan klarifikasi harta kekayaan di gedung KPK, Jakarta, 26 Juni 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Calon presiden nomor urut dua Joko Widodo mengucapkan salam kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad usai melakukan klarifikasi harta kekayaan di gedung KPK, Jakarta, 26 Juni 2014. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Makkasar - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menyatakan siap mencalonkan diri dalam pemilihan presiden tahun 2019. "Saya mungkin tidak akan bergabung dalam kabinet Jokowi-JK, tapi saya akan mencalonkan diri jadi presiden di tahun 2019," kata Abraham setelah mensosialisasikan Anti Corruption Film Festival (ACFFest) 2014 di Gedung Mulo, Makassar, 20 September.

    Abraham menepis dugaan yang menyebut dirinya bakal dijadikan menteri di pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dia mengaku ingin fokus menyelesaikan perkara-perkara korupsi yang saat ini masih berproses. (Baca: Jadi Menteri, Abraham: Siapa yang Tangkap Presiden

    Menurut dia, tugas pemberantasan korupsi, baik melalui penindakan maupun pencegahan, harus terus digalakkan. "Generasi mendatang harus lebih baik dengan sekarang," tuturnya. Meski begitu, Abraham tetap akan mendukung program pemerintah selama tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat. (Baca: Abraham: 69 Tahun, Indonesia Harus Mampu Sejahtera)

    AKBAR HADI


    Terpopuler:
    Ditawari Jadi Menteri, Sri Mulyani Tersenyum 
    Megawati Puji Habis Jokowi di Rakernas PDIP
    NasDem: Tiga Partai Koalisi Merah Putih Merapat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.