Massa Prabowo Samakan KPU dengan PKI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa pendukung Prabowo membentangkan spanduk saat berunjuk rasa di Gedung KPU, Jakarta, 4 Agustus 2014. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Massa pendukung Prabowo membentangkan spanduk saat berunjuk rasa di Gedung KPU, Jakarta, 4 Agustus 2014. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.COJakarta - Orator simpatisan pendukung Prabowo-Hatta, yang juga Ketua Forum Silaturahmi Takmir Masjid dan Musala, Muhammad Basyir, mengatakan anggota Komisi Pemilihan Umum serupa dengan anggota Partai Komunis Indonesia. Alasannya, KPU ikut bermain dalam penyelenggaraan pemilihan presiden. KPU juga didituding menghalalkan segala cara untuk memenangkan Jokowi-JK. (baca juga: Sengketa Pemilu, MK Undang 13 Saksi Ahli)

    Menurut Basyir, wasit yang menjadi pemain pasti akan berbuat lancung dalam pertandingan. "Ini cara klasik. Sama seperti saat 1965, cara PKI," kata Basyir saat berorasi di hadapan ribuan massa Prabowo-Hatta di depan gedung Mahkamah Konstitusi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat, 15 Agustus 2014. (baca juga: Taufik Tindak Lanjuti Laporannya Soal Ketua KPU)

    Basyir menilai KPU merekayasa saksi dan barang bukti selama persidangan di MK. "Orang PKI tak layak hidup di Indonesia." Dia menantang anggota KPU agar tak sembunyi di balik kedok agamanya, yaitu Islam. Jika memang Islam sejati, kata Basyir, anggota KPU harus bersumpah, WallahiTallahi, dan Billahi. (baca juga : Ini Alasan Ketua Gerindra Laporkan Ketua KPU)

    Dia menginginkan anggota KPU bersumpah secara Islam di halaman MK atau massa pendukung Prabowo-Hatta yang masuk ke dalam gedung MK untuk melihat anggota KPU bersumpah. "Jika berdusta, Allah akan melaknat mereka dan keluarganya," ujar dia.

    Saat menjadi pengkhotbah, Basyir mengajak jemaah untuk bertaubat. Dia menilai adanya kesulitan bangsa selama ini bisa disebabkan dua hal. Kalau kesulitan lantaran kelalaian umat, semoga Allah memaafkan. Andai karena ujian, semoga diluluskan. "Maafkanlah kami juga jika dari proses pilpres lalu lahir orang yang tak bertanggung jawab mengurus bangsa yang besar ini," ucap Basyir.

    MUHAMMAD MUHYIDDIN

    Terpopuler:
    Ahok Ingin Ping-ping Jokowi di Depan Istana
    Detik-detik Kematian Robin Williams
    Bercinta, Hal yang Paling Disukai Julia Perez


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.