BNPT Berkoordinasi dengan Mesir Pantau ISIS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai berbincang dengan para wartawan di kantornya, Jakarta, (9/11).TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai berbincang dengan para wartawan di kantornya, Jakarta, (9/11).TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai menyatakan lembaganya menjalin koordinasi dengan beberapa negara terkait aksi teror yang dilakukan militan Negara Islam Irak dan Suriah. ”Kami banyak melakukan koordinasi dengan intel di beberapa negara, misalnya dengan Mesir,” kata Ansyaad ketika dihubungi Tempo, Jumat, 1 Agustus 2014.

    Ansyaad mengatakan pihak Mesir telah mengingatkan Indonesia bahwa ISIS berbahaya. Para kaum ulama Mesir bahkan juga menyerukan hal senada kepada warganya. ”Saking berbahayanya, beberapa negara, seperti Arab Saudi, meminta warganya untuk meninggalkan Irak dan Suriah,” ujar Ansyaad. (Baca: Kenapa ISIS Berpotensi Membahayakan Indonesia)

    Kelompok Islam militan yang dikenal sebagai Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS) telah meluluhlantakkan wilayah barat dan timur Irak sejak awal 2014. Aksi militan muslim Sunni ini dinilai telah menghancurkan pusat peninggalan budaya Irak. Pada Kamis lalu, 24 Juli 2014, ISIS tempat menghancurkan tempat suci umat Islam dan Kristen, makam Nabi Yunus, di Kota Mosul.

    Sekelompok warga Indonesia muncul dalam sebuah video perekrutan yang dirilis ISIS. Mereka mendesak umat muslim di Indonesia untuk bergabung. Ajakan itu disambut sebagian warga Indonesia. Ratusan orang di Solo, Jawa Tengah, berbaiat dukung ISIS beberapa waktu lalu. (Baca: Video Dukung ISIS, Menteri Tifatul Diminta Blokir)

    Selain berkoordinasi dengan pemerintah Mesir, Ansyaad mengatakan, BNPT juga telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia serta Kementerian Luar Negeri. Koordinasi tersebut, dia melanjutkan, untuk menyatukan ihwal sikap dan tindakan yang harus dilakukan terhadap kelompok ini jika ternyata diketahui ada dan berkembang di Indonesia.

    ”Koordinasi perlu untuk menyatukan sikap yang harus diambil,” ujarnya. Namun Ansyaad menolak memberitahukan hasil koordinasi tersebut. ”Tunggu nanti.” (Baca: Dua Sebab ISIS Berpotensi Berkembang di Indonesia)

    SINGGIH SOARES

    Berita Lainnya:
    Jokowi Prioritaskan Berantas Mafia Migas
    Video WNI Ajak Masuk ISIS Beredar di YouTube
    Dituding Wikileaks Terima Suap, SBY Bela Megawati

    Video WNI Ajak Ikut ISIS, Ini Tindakan Polri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Mengurus Pasien Covid-19 di Rumah

    Pasien positif Covid-19 yang hanya mempunyai gejala ringan dapat melakukan isolasi di rumah.