Sidang Anas Urbaningrum Hadirkan Tujuh Saksi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga disebut menerima dua buah unit mobil, yakni Toyota Harrier bernomor polisi B-15-AUD senilai Rp 670 juta dan Toyota Vellfire berpelat nomor B-6-AUD seharga Rp 735 juta. Juga, dana kegiatan survei pemenangan di Kongres Partai Demokrat sebesar Rp 478.632.230. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga disebut menerima dua buah unit mobil, yakni Toyota Harrier bernomor polisi B-15-AUD senilai Rp 670 juta dan Toyota Vellfire berpelat nomor B-6-AUD seharga Rp 735 juta. Juga, dana kegiatan survei pemenangan di Kongres Partai Demokrat sebesar Rp 478.632.230. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota tim kuasa hukum Anas Urbaningrum, Pia Akbar Nasution, mengatakan ada tujuh saksi yang akan dihadirkan dalam sidang dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait dengan proyek Hambalang dan proyek lainnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi hari ini, Senin, 21 Juli 2014.

    "Saksinya untuk hari Senin ada Aldasni, Denny Yanuar Ali, Deny Hafas, Heru Dwiatmoko, M. Ichsan Loulembah, Ratna Irsana, dan Winantuning Tyastiti," kata Pia dalam pesan pendek yang diterima Tempo pada Ahad, 20 Juli 2014.

    Menurut Pia, kemungkinan saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi itu tidak vital. Saksi-saksi itu, kata dia, masih terkait dengan dugaan Anas menerima duit dan hadiah yang berhubungan dengan proyek Hambalang untuk pemenangan Kongres Partai Demokrat pada 2010 silam.

    "Kebanyakan saksi pihak ketiga itu tidak bisa menjelaskan apa-apa bahwa Pak Anas menerima uang untuk pemenangan Kongres Partai Demokrat, " ujar Pia. Hal itu, kata dia, terjadi pula pada dua sidang sebelumnya yang menghadirkan saksi-saksi yang bahkan tak mengenal langsung Anas Urbaningrum. (Baca juga: Anas: Saya Tak Tahu Soal Teknis.)

    Dalam kasus ini, Anas didakwa melanggar Pasal 12 huruf (a) atau (b) atau Pasal 11 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

    Bekas Ketua Umum Partai Demokrat itu disebut menerima pemberian sebagai imbalan mengurus proyek Hambalang dan proyek di Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi di Kementerian Pendidikan Nasional serta proyek lain yang dibiayai APBN.

    Hadiah atau janji itu berupa satu mobil Toyota Harrier dengan nomor polisi B-15-AUD senilai Rp 670 juta, satu Toyota Vellfire dengan nomor polisi B-69-AUD senilai Rp 735 juta, uang untuk kegiatan survei pemenangan Anas dalam Kongres Partai Demokrat 2010 senilai Rp 478.632.230 juta, serta uang sejumlah Rp 116.525.650.000 dan US$ 5,261,070.

    Adapun dalam dugaan pencucian uang, Anas berupaya menyamarkan uang sebesar Rp 20.880.100.000. Uang itu diperoleh Anas dari berbagai sumber.

    NURUL MAHMUDAH


    Berita Lainnya:
    Pilot Sakit, Penerbangan Jember-Surabaya Libur
    Satu Lagi Situs Real Count Selain Kawalpemilu.org
    Tragedi MH17 dan Angka Penerbangan yang Mencurigakan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.