Tim Prabowo Adukan Iklan Jokowi di Pikiran Rakyat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres Prabowo Subianto, berfoto bersama dengan simpatisan seusai mengikuti Dialog Kebudayaan Bersama Capres dan Cawapres di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, 28 Juni 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Capres Prabowo Subianto, berfoto bersama dengan simpatisan seusai mengikuti Dialog Kebudayaan Bersama Capres dan Cawapres di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, 28 Juni 2014. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Bandung - Tim Sukses Koalisi Merah Putih Pemenangan Prabowo-Hatta Jawa Barat melaporkan iklan yang diklaim menyudutkan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat, Rabu, 2 Juli 2014. Iklan tersebut tercetak di harian umum Pikiran Rakyat (PR) edisi Selasa, 1 Juli 2014 di halaman 9.

    Sekretaris Tim Koalisi Merah Putih Pemenangan Prabowo-Hatta Jawa Barat, Feri Julianto, mengatakan keberatan dengan isi iklan tersebut. "Ini kami anggap iklan hitam, kampanye negatif dan merupakan pelanggaran pemilu," kata dia di kantor Bawaslu Jabar, Jalan Turangga, Bandung, Rabu, 2 Juli 2014. 

    Tim Prabowo-Hatta merasa keberatan dengan tiga muatan dalam iklan tersebut. Pertama, Jokowi merakyat, calon lain berjarak dengan rakyat. Kedua, Jokowi koalisi selektif, calon lain dikelilingi orang-orang bermasalah. Ketiga, Jokowi rekam jejak cemerlang, calon lain dihantui masa lalu.

    Elektabilitas Prabowo-Hatta di Jawa Barat sekarang sedang naik. Feri menduga ada pihak-pihak yang sengaja ingin menjatuhkan elektabilitas Prabowo-Hatta. "Ada kelompok yang sengaja mengirim materi iklan ke Pikiran Rakyat dan dimuat," ujar dia. 

    Tim Prabowo-Hatta juga menyayangkan pihak Pikiran Rakyat yang memuat iklan ini dan tidak menyeleksinya. Feri menilai Pikiran Rakyat melanggar prinsip-prinsip jurnalisme dan periklanan. Dalam waktu dekat Tim Koalisi Merah Putih akan mendatangi Pikiran Rakyat untuk mengkonfirmasi soal iklan ini.

    Feri mengajak seluruh partai Koalisi Merah Putih dan masyakat yang mendukung Prabowo-Hatta untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan iklan ini. "Apalagi sekarang dalam suasana Ramadan, harusnya kita menahan diri dan tidak memancing kemarahan pihak lain," ujar dia. 

    Kepala Subbagian Humas, Hukum, dan Antar Lembaga Bawaslu Jabar Tedi Rubianto membenarkan  pengaduan tersebut. Sesuai dengan Undang-Undang No 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden, pengaduan ini akan ditindaklanjuti paling telat tiga hari setelah laporan diterima. "Jika ada kekurangan data, kami akan melakukan pemanggilan secepatnya," kata dia. 

    GILANG RAMADHAN

    Berita Terpopuler

    Trik SBY Agar Tak Kena Tilang Polisi
    Newmont Resmi Gugat Pemerintah ke Arbitrase
    Diminta Pilih Nomor Satu, Maher Zain Pilih Senyuman
    Di Film Baru, Cameron Diaz Beradegan Telanjang
    Aurel Hermansyah Makin Cantik dengan Wajah Tirus

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.