Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan Besok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas mengamati hilal lewat teropong di Helipad TNI AU, Malang, Jawa Timur (7/8). Sidang Isbat yang dipimpin Menteri Agama Suryadharma Ali telah menetapkan 1 Syawal 1434 H jatuh pada hari Kamis (8/8). TEMPO/Nurdiansah

    Seorang petugas mengamati hilal lewat teropong di Helipad TNI AU, Malang, Jawa Timur (7/8). Sidang Isbat yang dipimpin Menteri Agama Suryadharma Ali telah menetapkan 1 Syawal 1434 H jatuh pada hari Kamis (8/8). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Kementerian Agama, Zubaiddin, mengatakan sidang isbat untuk menentukan awal bulan Ramadan akan digelar besok, Jumat, 27 Juni 2014.

    "Sidang isbat ini akan dilaksanakan dalam tiga sesi," kata Zubaiddin ketika dihubungi Tempo, Kamis, 26 Juni 2014. Tiga sesi itu, kata dia, adalah sesi pemaparan pakar, pembahasan hasil laporan para pemantau di seluruh Tanah Air, dan penyampaian hasil isbat.

    Penyelenggaraan itu akan dilaksanakan di gedung Kementerian Agama, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat. Menurut Zubaiddin, semua organisasi Islam telah diundang untuk mengikuti sidang itu.

    "Belum ada yang menyatakan sikap tertentu. Lihat saja besok siapa yang datang dan tidak," ujar Zubaiddin. Meski demikian, dia tak mengetahui jumlah organisasi Islam yang diundang oleh Kementerian Agama.

    Kali ini, kata Zubaiddin, ada hal yang berbeda dalam penyelenggaraan sidang isbat. Sebab, dua sesi diselenggarakan secara tertutup. "Sesi pemaparan ahli dan pembahasan laporan hasil pemantauan di seluruh Indonesia akan dilakukan tertutup," ujarnya.

    NURUL MAHMUDAH

    Berita Terpopuler:
    Ditawari Perlindungan Saksi, Wiranto Hanya Tertawa 
    Saran Ahok buat Risma Soal Penutupan Dolly
    Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
    Mei 2014, Bumi Capai Suhu Terpanas 
    Akun @ASEAN Diretas?  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.