Pesangon Anggota DPRD Banyuwangi Rp 500 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi periode 2009-2014 akan mendapat pesangon rata-rata Rp 10 juta per orang. Sekretariat DPRD setempat menyiapkan dana Rp 500 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2014 buat mereka yang akan purnatugas. "Dananya sudah siap," kata Sekretaris DPRD Banyuwangi, Sudirman, Rabu, 28 Mei 2014.

    Pemberian pesangon itu merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2004 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2006 tentang DPRD. Menurut Sudirman, anggota DPRD yang menyelesaikan tugasnya selama 5 tahun akan mendapatkan pesangon enam kali tunjangan representatif dengan nilai mencapai Rp 10 juta.

    Khusus untuk pimpinan DPRD, nilai pesangonnyatujuh-delapan kali tunjangan atau setara dengan Rp 12 juta. "Bila (jabatan anggota DPRD) tidak selesai lima tahun, nilainya di bawah Rp 10 juta," katanya. (Baca: Pakai Sabu, Anggota DPRD Banyuwangi Dipecat)

    Pesangon itu akan diberikan secara tunai kepada 50 anggota DPRD yang masa jabatannya berakhir pada 21 Agustus mendatang. Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Banyuwangi Syamsul Arifin mengatakan dari 50 anggota DPRD tersebut, 16 di antaranya terpilih kembali menjadi wakil rakyat lewat pemilu April lalu. "Sisanya wajah baru," kata Syamsul.

    Komposisi kursi di DPRD periode 2014-2019, kata Syamsul, juga berubah. PDI Perjuangan yang sebelumnya mendapatkan 12 kursi kini hanya memperoleh sepuluh kursi. PKB dari enam kursi menjadi sepuluh kursi, Demokrat dari sepuluh kursi melorot ke lima kursi, sedangkan PPP dan Hanura dari dua kursi menjadi empat kursi.

    Adapun perolehan kursi Gerindra, PAN, dan Golkar tetap, yakni berturut-turut lima kursi, satu kursi, dan tujuh kursi. Beberapa partai yang sebelumnya tak mendapat kursi kini berhasil memiliki wakil, yakni Partai NasDem dan PKS yang masing-masing beroleh dua kursi. (Baca: Golput di Banyuwangi Capai 31 Persen)

    IKA NINGTYAS

     Terpopuler

    Purdi Chandra Ditahan, Primagama Tak Goyang  

    Buka Kantor di Jakarta, Apple Tawarkan Lowongan  

    Cokelat Cadbury Mengandung Babi?

    Anggun Raih Penghargaan di World Music Awards  

    Kasus Haji, KPK Pegang Bukti Penting Peran Anggito  

    Ponsel Pintar LG G3 Berteknologi Sinar Laser  

    Turis Mulai Berdatangan Peringati 8 Tahun Lapindo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.