Kasus Murid TK JIS, Sekolah Butuh Syarat Keamanan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas keamanan memeriksa kendaraan di sekolah Jakarta International School (JIS), Jakarta, Selasa (15/4). Seorang siswa taman kanak-kanak JIS menjadi korban pelecehan pedofilia oleh dua petugas kebersihan di sekolah itu. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Sejumlah petugas keamanan memeriksa kendaraan di sekolah Jakarta International School (JIS), Jakarta, Selasa (15/4). Seorang siswa taman kanak-kanak JIS menjadi korban pelecehan pedofilia oleh dua petugas kebersihan di sekolah itu. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat kriminal dan psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, mengatakan kasus pelecehan seksual yang terjadi di Jakarta International School, Cilandak, Jakarta Selatan, harus menjadi pelajaran terkait standar keamanan di sekolah.

    "Kita sering bicara soal akreditasi sekolah, tapi jarang bicara soal standar keamanan. Menurut saya, unsur itu juga harus ada dalam acuan pemberian akreditasi," ujar Reza saat dihubungi Tempo, Selasa, 15 April 2014. (Baca: Pelaku Pelecehan Siswa TK Terancam 15 Tahun Bui).

    Sebelumnya, seorang murid Taman Kanak-Kanak Jakarta International School (JIS), diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh sejumlah pegawai alih daya di sekolah itu pada Maret lalu. Saat itu korban yang hendak buang air kecil mendapat perlakuan tak senonoh sehingga ia kini trauma berat. (Baca pula: Korban Pelecehan TK Tunjuk Dua Terduga Pelaku Baru).  

    Reza mengatakan unsur keamanan sekolah dalam akreditasi itu menjadi harga mati. Dengan kata lain, jika keamanan siswa di sekolah tak terpenuhi, akan ada penalti bagi sekolah: bisa penurunan akreditasi sekolah hingga pencabutan akreditasi sekolah.

    Menurut Reza, dengan adanya standar keamanan yang terukur dan terjamin, keamanan sekolah menjadi lebih terjaga dan terpantau. Di satu sisi, akreditasi itu juga akan mengurangi kasus kekerasan di sekolah, seperti bullying, selain pelecehan seksual.

    ISTMAN M.P.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.