Konvensi Demokrat Sudah Antiklimaks

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) selaku Ketua Umum Partai Demokrat berfoto bersama dengan peserta  Konvensi Capres Partai Demokrat saat Debat Bernegara di Bogor, Jabar (3/3). Debat bernegara kali ini mengusung tema Hubungan Internasional dan Kesejahteraan Rakyat. ANTARA/pras

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (tengah) selaku Ketua Umum Partai Demokrat berfoto bersama dengan peserta Konvensi Capres Partai Demokrat saat Debat Bernegara di Bogor, Jabar (3/3). Debat bernegara kali ini mengusung tema Hubungan Internasional dan Kesejahteraan Rakyat. ANTARA/pras

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Gajah Mada Ari Dwipayana mengatakan konvensi Partai Demokrat saat ini sedang mengalami antiklimaks. Sinyalemen ini dapat ditangkap dari pernyataan tokoh-tokoh yang terlibat dalam konvensi yang menyebutkan konvensi sudah tidak relevan. (Baca: Marzuki Alie Usul Konvensi Demokrat Dihentikan)

    Lagipula, hasil pemilu legislatif ternyata menunjukkan bahwa konvensi tidak mampu mendongkrak peningkatan suara partai berlambang mercy itu. "Tujuan konvensi itu untuk mendongkrak suara hingga 10 persen. Ternyata hasil konfigurasi quick count membuat Partai Demokrat tidak punya kemampuan untuk membuat poros koalisi," kata Ari saat dihubungi Tempo pada Ahad malam, 13 April 2014. (Baca: Demokrat Jamin Konvensi Tak Dibubarkan)

    Partai Demokrat disebut tidak mampu membuat poros koalisi keempat karena tidak bisa mengusung tokoh yang bisa menjadi magnet elektoral. Menurut Ari, sebaiknya Partai Demokrat tidak mengusung calon presidennya sendiri atau melakukan power sharing dengan partai lain.

    "Partai Demokrat harus realistis mengambil pilihan. Bisa jadi poros pendukung, tidak sama sekali mengusung capres, tidak mendukung partai lain dan membebaskan pemilihnya memilih partai lain," kata Ari. (Baca: Ali Masykur Usul Demokrat Umumkan 5 Juara Konvensi)

    Juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyadari konvensi calon presiden dari partainya tidak mampu mendongkrak elektabilitas suara dalam pemilihan legislatif. Soalnya, menurut dia, 12 peserta konvensi tidak ikut serta turun ke basis massa, tapi hanya fokus untuk lolos konvensi. "Mereka tidak ada yang turun ke masyarakat. No feeling politics," kata Ruhut saat dihubungi, Jumat, 10 April 2014. (Baca: Demokrat Jeblok, Dino: Pernyataan Ruhut Tak Adil)

    APRILIANI GITA FITRIA

    Topik terhangat:
    Pemilu 2014 | Jokowi | Pesawat Kepresidenan | MH370 | Prabowo

    Berita terpopuler:
    Bayi Meninggal di Pesawat Lion Air
    Intelijen Rusia: MH370 Dibajak Teroris Afganistan
    20 Caleg Inkumben Dilaporkan Ke KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.