20 Caleg Inkumben Dilaporkan ke KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Machfoed Gembong

    TEMPO/Machfoed Gembong

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilihan calon anggota legislatif telah usai. Namun Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan terus memantau kemungkinan permainan politik uang ataupun penggunaan uang haram selama masa kampanye dan pemilihan. Hingga pekan lalu, lembaga itu telah menyerahkan 20 nama calon inkumben yang diduga memainkan duit haram tersebut.

    “Data sudah kami pertukarkan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi, dan kami pantau,” kata Wakil Ketua PPATK Agus Santoso kepada Tempo, Jumat pekan lalu.

    Ia mengungkapkan pola transaksi mencurigakan para calon legislator itu bermacam-macam. Ada yang memanfaatkan perputaran uang dari luar negeri, memakai uang yang seolah-olah bersumber dari kegiatan usaha, menerima gratifikasi, hingga menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

    Melalui anggaran negara dan daerah, kata dia, para calon wakil rakyat itu diduga menyalahgunakan dana bantuan sosial, hibah, serta perjalanan dinas. Menurut Agus, PPATK melakukan penelusuran sebelum KPK menjalankan penyelidikan. Selanjutnya, jika ditemukan alat bukti yang cukup, KPK akan meneruskan penyelidikan ke tingkat penyidikan.

    Agus mengatakan, kalau para calon legislator tersebut akhirnya memenangi pemilihan, mereka dipersilakan memangku jabatan sebagai wakil rakyat. Namun PPATK memastikan proses hukum tetap berjalan. Adapun mengenai nama-nama, dia menolak menjelaskan. Menurut dia, identitas para calon legislator hanya bisa diungkap ketika yang bersangkutan berstatus tersangka.

    “Untuk yang melakukan kejahatan itu, saya bilang: tinggal tunggu waktu saja,” kata Agus.

    Ketika dimintai tanggapan, juru bicara KPK, Johan Budi, menyatakan lembaganya sedang mempelajari laporan PPATK tersebut. “Sedang ditelaah apakah ada unsur korupsi atau tidak,” ucapnya kemarin. Johan menegaskan, jika KPK menemukan unsur korupsi, penyelidikan bisa dimulai.

    EFRI RITONGA | MARIA YUNIAR | BUNGA MANGGIASIH

    BERITA TERPOPULER
    Bayi Meninggal di Pesawat Lion Air
    Bunuh Selingkuhan Ibu, Anak Masukkan Korban ke Kulkas
    Tim Pencari MH370 Mulai Menyerah  
    Keluarga Cikeas Tolak Jadi Saksi Anas
    Pro-Mega Yakin Aksi Golputnya Ikut Gembosi PDIP
    Profil Facebook Dapat Prediksi Kinerja Seseorang  
    Tekuk Chong Wei, Simon Juara Singapura Terbuka
    4 Fakta Menarik dari Sekuel Captain America  
    Putri Ahmad Dhani dan Mulan Suka Begadang
    Pacquiao Taklukkan Bradley dalam Pertarungan Ulang


     



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.