Tak Ada Peletakan Batu Pertama Kantor PDIP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah simpatisan PDIP melakukan aksi teatrikal memperingati tragedi 27 Juli 1996 di depan kantor lama partai tersebut di Jalan Diponegoro 58, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7). Foto: ANTARA/Andika Wahyu

    Sejumlah simpatisan PDIP melakukan aksi teatrikal memperingati tragedi 27 Juli 1996 di depan kantor lama partai tersebut di Jalan Diponegoro 58, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7). Foto: ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto menampik kabar bahwa pimpinan partainya akan meletakkan batu pertama di lahan markas partainya yang baru, Jalan Diponegoro Nomor 58, Jakarta Pusat. Menurut Hasto, pimpinan pusat PDIP tak mengagendakan kegiatan tersebut.

    "Bu Mega tak ada agenda peletakan batu pertama," kata Hasto saat dihubungi Tempo, Senin, 24 Maret 2014.

    Meski demikian, anggota Forum Komunikasi Keluarga (FKK) 124 telah berkumpul di lokasi yang dimaksud sejak pukul 08.00 WIB. Mereka bermaksud memblokade kegiatan peletakan batu pertama yang akan dilakukan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

    "Kami tak terima lahan ini diresmikan jadi DPP PDIP sebelum permasalahan kami diselesaikan oleh pimpinan partai," kata Arnoldus Noldi Manengkey, juru bicara FKK, kepada Tempo di lokasi.

    Arnoldus mendapat kabar bahwa hari ini pimpinan pusat PDIP akan meletakkan batu pertama bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Karena itu, FKK 124 ingin menghambat kegiatan tersebut. Alasannya, bertahun-tahun mereka bela PDIP tapi tak mendapatkan balasan. "Baik itu status hukum atau nama baik karena telah dituduh komunis," ujar Arnoldus.

    FKK 124 sendiri merupakan sekumpulan orang yang pernah dipenjara karena dituduh sebagai komunis pada pertengahan 1996. Namun mereka menampik anggapan itu.

    Arnoldus mengklaim saat itu mereka merupakan simpatisan PDIP. Pada 27 Juli 1996 silam, kata Arnoldus, anggota yang kini bergabung dalam FKK 124 tengah berkumpul di markas PDIP di Jalan Diponegoro Nomor 58 itu. Namun, ujar dia, tiba-tiba saja aparat militer datang menangkap 124 orang yang sedang berkumpul di situ. "Termasuk saya," kata Arnoldus.

    AMRI MAHBUB


    Terpopuler:

    Apa Kata Istri Aburizal atas Video Maladewa
    Bagaimana Menemukan Kotak Hitam Pesawat MH370?
    Ical: Marcella dan Olivia Suka Wisata Laut
    Pelesiran Ical-Marcella Diklaim untuk Syukuran


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.