CN235 Ditugaskan Jadi Pengidentifikasi Musuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Replika pesawat patroli maritim jenis CN 235-220 MPA buatan PT Dirgantara Indonesia. TEMPO/Prima Mulia

    Replika pesawat patroli maritim jenis CN 235-220 MPA buatan PT Dirgantara Indonesia. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Surabaya - TNI Angkatan Laut memamerkan pesawat udara CN 235-220 MPA (Maritime Patrol Aircraft) dalam acara Gelar Kekuatan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) di Dermaga Komando Armada RI Kawasan Timur, Ujung, Surabaya, Rabu, 12 Maret 2014. (Baca: Ke Surabaya, Presiden Saksikan Alutsista Baru)

    Pesawat bernomor lambung P861 buatan PT Dirgantara Indonesia itu memiliki kemampuan mengidentifikasi musuh dari ketinggian 18 ribu kaki. "Pesawat ini akan menjadi bagian dari pusat penerbangan TNI AL," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam sambutannya pada acara itu.

    PT Dirgantara Indonesia telah menyerahkan satu unit pesawat CN 235-220 MPA kepada Kementerian Pertahanan Indonesia. Pemerintah kemudian menyerahkan ke TNI AL melalui Mabes TNI untuk dioperasionalkan.

    Ini merupakan penyerahan CN 235-220 yang kedua kalinya. Pada 2013, TNI AL juga menerima satu unit pesawat berjenis sama. Pesawat ketiga akan diterima pada pertengahan 2014.

    Purnomo juga mengatakan pengadaan tiga unit pesawat CN 235-220 MPA ini merupakan hasil kontrak yang ditandatangani 11 Desember 2009 dengan total nilai USD 80 juta. (Baca: Selama 37 Tahun, PTDI Produksi Ratusan Pesawat)

    Pesawat CN 235-220 bermesin multiengine dengan mesin penggerak free turbine turboprop engine jenis GE CT 7-9C dan berbahan bakar avtur. Pesawat ini mempunyai radar tactical mission system yang mampu mengolah informasi dan mengirimkan data secara real time.

    Pesawat yang berfungsi sebagai patroli maritim di Skuadron 800 Wing Udara ini mampu terbang dengan kecepatan jelajah 203 knot, dimensi tinggi 8,18 meter, panjang 22,89 meter serta rentang sayap 25,81 meter.

    Pesawat dapat mengangkut sembilan orang kru dan endurance 9 jam dengan ketinggian 25 ribu kaki. Pesawat ini juga dilengkapi dengan radar ocean master-400, Flir star safire III, totem-3000, tcs, aux display unit, sistem navigasi, auto pilot dan radar cuaca.

    AGITA SUKMA LISTYANTI

    Terpopuler:
    Status Gunung Slamet Masih Waspada
    Ini Dia Penumpang Gelap Malaysia Airlines
    Lenovo Giat Pasarkan Perangkat All-in-One


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.