Lapas Lhokseumawe Terbakar, Disulut Provokasi Napi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Lapas terbakar. TEMPO/Soetana Monang Hasibuan

    Ilustrasi Lapas terbakar. TEMPO/Soetana Monang Hasibuan

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Lhokseumawe, Provinsi Aceh, terbakar pada Sabtu, 15 Februari 2014, sekitar pukul 23.30 WIB. Juru bicara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Hukum dan Hak Asasi Manusia, Akbar Hadi Prabowo, mengatakan kebakaran diduga akibat adanya provokasi oleh seorang narapidana.

    "Ada narapidana yang dijemput keluarganya untuk izin berobat ke kampungnya. Tapi tidak disetujui Kepala Lapas. Diduga narapidana ini memprovokasi narapidana lain sehingga terjadi pembakaran," kata Akbar ketika dihubungi Tempo, Ahad, 16 Februari 2014.

    Akbar mengatakan api melalap ruang perkantoran, ruang registrasi, gudang beras, dan sebagian dapur. Namun Akbar mengatakan tak ada korban jiwa ataupun narapidana yang melarikan diri dalam kebakaran ini.

    "Menurut laporan tidak ada yang lari, tidak ada korban jiwa. Korban luka-luka juga belum ada laporan," kata Akbar.

    Akbar mengatakan, pada saat kejadian, Lapas Kelas II Lhokseumawe dihuni oleh 389 narapidana. Padahal, menurut Akbar, kapasitas lembaga pemasyarakatan ini hanya untuk menampung 136 tahanan.

    Akbar mengatakan pihak berwenang dari Lapas Lhokseumawe telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengamankan lepas tersebut. Saat ini, menurut Akbar, pengurus Lapas Lhokseumawe masih bernegosiasi dengan para narapidana untuk memulihkan kondisi lapas itu.

    BERNADETTE CHRISTINA MUNTHE

    Berta Terpopuler
    Inilah Kondisi Gedung yang Diledakkan Usman-Harun
    Seloroh Busyro Perihal Debu Kelud dan Koruptor
    Kisah Penumpang Citilink Saat Kelud Meletus 
    BNPB: Abu Kelud Keluar dari Jawa dan Sumatera  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.