Jokowi Tuai Kritik karena Absen di Davos  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berjalan di atas area Jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu - Tanah Abang usai diresmikan di kawasan Karet, Jakarta, Senin (30/12). Proyek jalan layang ini sepanjang 2,8 kilometer. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berjalan di atas area Jalan layang non tol (JLNT) Kampung Melayu - Tanah Abang usai diresmikan di kawasan Karet, Jakarta, Senin (30/12). Proyek jalan layang ini sepanjang 2,8 kilometer. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar RI untuk Swiss Djoko Susilo membenarkan banyak pertanyaan hingga kritik yang muncul akibat ketidakhadiran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam perhelatan bergengsi World Economic Forum di Davos, Swiss, yang digelar pada 22-25 Januari 2014. Di forum itu, seharusnya Jokowi, sapaan Joko Widodo, tampil menjadi pembicara dalam forum Young Global Leaders pada 22 Januari. (Baca:Banjir, Jokowi Pilih Mangkir dari Forum Davos)

    Menurut Djoko, meskipun sifatnya informal, Forum Davos sangat terkenal dan dihadiri para pemimpin dunia, baik bisnis maupun politik. Presiden Iran, Perdana Menteri Jepang, Presiden Korea Selatan, dan tokoh kunci Asean muncul di antara peserta. Belum lagi para CEO raksasa bisnis dunia. ”Ini kesempatan baik sebenarnya bagi Pak Jokowi untuk menambah pengalaman internasionalnya,” kata Djoko Susilo di kantor Kedutaan RI di Bern, ibu kota Swiss, kepada Tempo via sambungan telepon, Kamis lalu. “Grade-nya naik kalau dia datang ke Davos.”

    Meski memahami kondisi Jakarta yang saat ini sedang dilanda banjir, menurut Djoko Susilo, banyak kalangan Internasional yang berharap Jokowi bisa datang. Mereka terutama ingin mendengar tentang konsep Jokowi soal kepemimpinan.

    Djoko pun menuturkan, di dunia tengah terjadi pertanyaan besar mengenai ekonomi Indonesia ke depan setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Maka muncul pertanyaan pula terhadap kemampuan Jokowi, yang santer dikabarkan berpeluang besar menjadi presiden yang akan datang, dalam menangani urusan luar negeri, seperti forum G-20 dan APEC. “Walau citranya positif dan antikorupsi,” ucapnya. (baca:Jokowi Maju, 8 Partai Tergusur)

    Di lain pihak, Jokowi beralasan ketidakhadirannya karena mesti menangani banjir di Jakarta. Konfirmasi ketidakhadiran disampaikannya langsung kepada panitia pada medio November 2013. “Saya lebih mengutamakan rakyat, dong,” katanya kepada Tempo di ruang kerjanya, Kamis pekan lalu. (baca:Alasan Jokowi Mangkir dari Forum Davos)

    JOBPIE SUGIHARTO

    Berita terkait
    Banjir, Jokowi Pilih Mangkir dari Forum Davos
    Jokowi: Banyak Konflik Semacam ITC Mangga Dua
    Jokowi Maju, 8 Partai Tergusur
    Jakarta Siaga Banjir
    PR Jokowi Masih Banyak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.