Jumat, 16 November 2018

Ganjar Pranowo Bikin Tesis 2 Pekan, Kuliah 4 Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ganjar Pranowo memiliki kebiasaan menyemir sepatu pantofelnya hingga mengkilap. Dalam menyemir, tak boleh asal kata Ganjar.

    Ganjar Pranowo memiliki kebiasaan menyemir sepatu pantofelnya hingga mengkilap. Dalam menyemir, tak boleh asal kata Ganjar. "Tangan masuk ke sepatu. Oles semirnya, lalu gosok, terutama di bagian depan dan belakang. Tengah itu agak Sunah," ujarnya. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Depok - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terlihat lega setelah mengikuti ujian tesisnya di Pascasarjana Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Depok, Senin, 16 Desember 2013. Ini berarti ia berhak menyandang gelar Master Ilmu Politik setelah mengenyam studi lebih dari empat tahun.

    "Bikin tesis itu cuma butuh 2 minggu, tapi kuliahnya dari 2009. Hitung saja berapa lama, 4 tahun lebih," kata dia tersenyum saat menceritakan lamanya kuliah di UI, Senin, 16 Desember 2013.

    Wajar saja, Ganjar mengambil tema tugas akhirnya itu dari apa yang ia kerjakan saat menjadi ketua panitia khusus (pansus) pembahasan RUU di komisi II DPR. Jadilah tesisnya berjudul "Sikap F-PAN, F Partai Demokrat dan Pemerintah Terhadap Isu Independensi KPU Dalam Pembahasan Revisi UU Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pemilu".

    "Kerangkanya kan sudah di kepala saya, jadi gampang nulisnya," kata dia.

    Tapi perjalanan tesis Ganjar tak mulus. Bukan karena malas mengerjakannya, tapi politisi PDI Perjuangan itu keteteran akibat sibuknya pekerjaan selama menjadi wakil ketua Komisi II DPR. "Kerjaan saya di Komisi II banyak banget. Bahas RUU inilah, itulah, dan banyak lagi yang lain," kata mantan wakil ketua Komisi II DPR ini.

    Kesibukan Ganjar semakin menggila saat dia dicalonkan sebagai Gubernur Jawa Tengah, awal tahun lalu. Ia terpaksa cuti untuk berkampanye ke daerah-daerah. "Kalau dihitung saya sempat cuti dua semester," kata dia.

    Namun, pihak kampus UI tak bisa lagi memperpanjang masa kuliah pria yang hampir empat bulan menjabat sebagai Gubernur Jateng itu. Ganjar pun terpaksa harus segera menyelesaikan tesisnya yang sempat terbengkalai, semester ini juga.

    "Ini kesempatan terakhir, harus lulus kalau enggak mau drop-out (DO)," ujar pria berambut putih itu tertawa santai.

    Alhasil, meski menjabat sebagai Gubernur Jateng dan kini tinggal di Semarang, Ganjar tetap bolak-balik Jakarta menghadap dosen pembimbingnya untuk sejumlah perbaikan tesis setebal 160 halaman itu.

    "Beliau tidak diperlakukan khusus, sama saja seperti mahasiswa yang lain. Tiga minggu lalu terakhir menghadap pembimbingnya, ya hujan-hujan tetap ke Salemba," kata asisten Ganjar yang bernama Vino.

    MUNAWWAROH

    Terpopuler:
    Sogok Jaksa Praya, Perusahaan Eks Anggota MPR Terseret

    Majelis Disiplin Dokter Nilai Dokter Ayu Bersalah

    Heboh, Copywriter Mita Diran Tewas Usai Kerja 30 Jam

    Elektabilitas Jokowi Mencapai 44 Persen


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.