Ganjar Pranowo Stop 'Amplop' untuk Wartawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Elik Susanto

    TEMPO/Elik Susanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkomitmen  menghapus anggaran 'amplop' untuk wartawan.  Alasannya, anggaran yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sepenuhnya digunakan untuk kepentingan masyarakat. "Kalau ada pemberian dana  maka basisnya adalah kegiatan yang harus jelas," kata Ganjar, Jumat 13 Desember 2013.

    Selama ini, pemerintah Jawa Tengah selalu membuat pos anggaran untuk 'amplop' wartawan yang meliput di kantor Gubernur Jawa Tengah. 'Amplop' itu diberikan kepada pekerja pers saat ada kegiatan pemerintah. Satu amplop biasanya berisi uang Rp 150 ribu.  

    Selain anggaran 'amplop' tadi, setiap tahun pemerintah Jawa Tengah juga mengeposkan anggaran kepada organisasi wartawan. Pos anggaran itu dimasukan ke dala dana hibah.  Menurut laporan Indonesia Corruption Watch, dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun ini mencapai Rp 4,025 triliun, atau naik Rp 780,85 miliar dibandingkan tahun 2012 yang sebesar Rp 3,245 triliun.

    Pada APBD 2012, dana hibah triliunan rupiah tersebut, antara lainnya mengalir ke sejumlah organisasi masyarakat, termasuk ke 9 organisasi wartawan dengan kucuran dana hibah Rp 2,1 miliar (lihat: Wartawan Kecipratan Dana Hibah Jateng).

    Organisasi wartawan yang kecipratan dana hibah itu di antaranya Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Tengah Rp 800 juta, Forum Wartawan Provinsi dan DPRD Provinsi Jawa Tengah Rp 350 juta, Kelompok Diskusi Wartawan Rp 350 juta, Komunitas Wartawan Provinsi Jawa Tengah Rp 200 juta, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Jawa Tengah Rp 150 juta.

    Dalam APBD 2013, Provinsi Jawa Tengah juga mengalokasikan anggaran Rp 2,1 miliar untuk sembilan organisasi wartawan yang sama. Tapi anggaran itu tak bisa cair seluruhnya karena  ada pergantian gubernur Jawa Tengah  dari Bibit Waluyo ke Ganjar Pranowo.

    ROFIUDDIN 

    Berita Lain:
    Aset Melimpah dan Rumah Mewah Hercules
    Tiga Kerugian Jika Jokowi Nyapres
    Spesifikasi Wah Pesawat Presiden RI 
    Pemilik Vila Bayar Massa Penolak Pembongkaran? 
    Jadi Model Iklan, Jokowi: Saya Ganteng Enggak?
    Tolak Ditilang, Pria Berserban Jadi Tersangka
    Modus Hercules Memeras dan Mencuci Uang  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.