Polisi Penangkap Heru Teman Sekelas di SMA

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Heru Sulastyono (kiri) bersama Dirjen Bea dan Cukai Thomas Sugijata, menunjukkan barang bukti minuman keras ilegal, di Kantor Wilayah Bea dan Cukai, Jakarta, pada 7 Januari 2010. dok TEMPO/Dinul Mubarok

    Heru Sulastyono (kiri) bersama Dirjen Bea dan Cukai Thomas Sugijata, menunjukkan barang bukti minuman keras ilegal, di Kantor Wilayah Bea dan Cukai, Jakarta, pada 7 Januari 2010. dok TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi yang menangkap Kepala Subdirektorat Ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Heru Sulastyono ternyata teman lama Heru sendiri. Kepala Subdirektorat Pencucian Uang Polri, Komisaris Besar Agung Setya, yang menjadi ujung tombak meringkus Heru, adalah teman Heru saat masih sekolah di SMP dan SMA di Wonosobo, Jawa Tengah.

    "Pak Agung ini sama-sama dari Wonosobo. Teman SMP dan SMA tersangka, sekelas pula," kata Direktur Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Arief Sulistyanto, di kantornya, Rabu, 30 Oktober 2013.

    Heru ditangkap Bareskrim karena menerima suap Rp 11,4 miliar dari seorang pengusaha, Yusran Arif. Pria yang akumulasi transaksi di rekeningnya hingga Rp 60 miliar itu lahir di Wonosobo pada 6 Januari 1967. Agung, yang memimpin tim penyidik, juga berasal dari Wonosobo.

    Arief menyatakan kasus ini menjadi ujian bagi obyektivitas Agung. "Bagaimanapun faktor personal harus dikesampingkan," ujarnya.

    Agung enggan memberi keterangan lebih jauh terkait kampung halaman mereka yang sama. Ia juga tak mau membahas ihwal mereka yang pernah sekelas. Meski begitu, ia mengaku dengan berat hati menangkap mantan teman sekolahnya itu.

    "Hari-hari ini bagi saya adalah hari-hari yang berat. Tapi ini sudah pilihan," kata Agung.

    ANANDA BADUDU

    Berita Lainnya:
    Begini Modus Suap untuk Pejabat Bea Cukai   
    Pejabat Bea Cukai Diduga Terima Suap Ekspor Impor 

    Mendagri Tak Tahu FPI Mulai Mengusik Lurah Susan 
    Warga Lenteng Agung Resah FPI Usik Lurah Susan 
    FPI Demo Lurah Susan, Komnas HAM: Itu Ancaman!
    Aksi Mengusik Lurah Susan, FPI Beri Contoh Buruk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.