Minggu, 25 Februari 2018

Brigjen Basaria Panjaitan: Kisah Jenderal Polwan

Oleh :

Tempo.co

Minggu, 1 September 2013 09:10 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Brigjen Basaria Panjaitan: Kisah Jenderal Polwan

    Brigjen Pol Basaria Panjaitan. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama ini imej polwan identik dengan kecantikan dan kelemahlembutan. Penampilan para polwan membawakan acara panduan berlalu lintas di layar kaca membuat persepsi publik soal polwan terbatas pada penampilan fisik yang menarik saja. Padahal, keberadaan polwan jelas lebih dari itu.

    Sosok Brigjen Basaria Panjaitan bisa mewakili citra lain polwan. Dia adalah polwan dengan pangkat tertinggi saat ini. Basaria meneruskan tradisi jenderal polwan di tubuh Polri yang sudah dirintis Brigjen Jeanie Mandagi dan Brigjen Rumiah. Namun, karena Jeanie dan Rumiah sudah pensiun, kini dialah satu-satunya jenderal polwan yang ada.

    Basaria Panjaitan kini bertugas sebagai pengajar (widyaiswara) pada Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim) di Lembang, Bandung. Sepintas, dia tampak dingin dan kaku. Padahal, pembawaannya jauh dari kesan itu. Bawahannya tak pernah segan untuk menghubunginya dan berkeluh kesah soal berbagai urusan.

    Basaria hanya tersenyum ketika ditanya soal itu. "Kalau sudah urusan tugas, enggak kenal siang malam, mereka selalu telepon saya,” katanya kepada Tempo, Jumat, 30 Agustus 2013. Biasanya Basaria hanya mendengarkan curhat anak buahnya, tapi itu pun sudah cukup untuk mereka.

    Basaria mengaku rahasia kesuksesannya adalah selalu mengerjakan sesuatu pada porsinya. “Dalam kerja harus profesional, kita harus tahu kapan lembut, kapan tegas," kata Basaria. Pengalaman kerjanya yang panjang membuktikan kompetensi Basaria. Rekam jejaknya panjang sebagai reserse.  

    AKBP Dewi Hartati, Wakil Kepala Sekolah Polwan, membenarkan kehebatan sepak terjang Basaria. Menurut dia, Ria–sapaan akrab Basaria—ditakuti karena sikap tegas dan tak pandang bulunya. “Dia tidak bisa diajak lobi-lobi," katanya.

    Ke dalam, Basaria disegani anak buah karena dikenal lembut pada anak buah. “Anak buahnya jadi bisa bekerja tanpa tekanan dan bisa maksimal,” kata Dewi.   

    HADRIANI P

    Baca Edsus Polwan Jelita untuk Peringatan 65 Tahun Polwan Indonesia


    Berita Edsus Polwan Jelita Lainnya:
    Brigadir Avvy Olivia: Sesuai Perintah Atasan

    Brigadir Avvy Olivia Pernah Jadi Pramugari Polri

    Tindakan Negatif Polwan Bukan Dari Institusi

    Jumlah Polisi Wanita Hanya 3,6 Persen

    Dari Dulu Polwan Cantik Dan Pintar


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.