Melawan FPI, Tiga Orang Kendal Ditangkap Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerusuhan FPI di Sukorejo, Kendal, Kamis (18/7) malam. Ellen Kurnialis untuk TEMPO

    Kerusuhan FPI di Sukorejo, Kendal, Kamis (18/7) malam. Ellen Kurnialis untuk TEMPO

    TEMPO.CO, Semarang - Personil gabungan dari Kepolisian Resor Kendal dan Polda Jawa Tengah pada Ahad dini hari 21 Juli 2013 menangkap tiga warga yang diduga terlibat bentrok dengan FPI. Ketiganya adalah Edo, Edy dan Gudel. Makruf, salah satu rekan Edy menyatakan memang ada penangkapan tersebut. "Istri Edy cerita, Edy dijemput polisi jam tiga pagi," ujarnya.

    Kepala Kepolisian Resor Kendal Ajun Komisaris Besar Polisi Asep Jenal Ahmadi belum bisa dikonfirmasi perihal penahan tersebut. Namun sehari sebelumnya, kepada Tempo dia menyatakan akan mengembangkan kasus bentrokan di Sukorejo, termasuk memeriksa warga yang terlibat bentrok dengan FPI. "Kami harus memeriksa kedua pihak," ujarnya. Tentang desakan pengungkapan siapa dalang razia yang dilakukan FPI, Asep menyatakan, hal itu masih menunggu perkembangan dari pemeriksaan tiga anggota FPI yang telah menjadi tersangka.

    Ketua Divisi Advokasi FPI Jawa Tengah, Zaenal Petir mengatakan, pihaknya menuntut warga yang terlibat juga harus diproses hukum. "Jangan hanya tegas dengan FPI saja," katanya. Sedangkan Burhanuddin, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah FPI Temanggung mengatakan, bentrok di Sukorejo, Kendal,  bukan dengan warga. Tetapi dengan para preman yang telah disiapkan oleh para pengelola judi togel dan beking lokalisasi.  "Kami hanya pawai simpatik, tidak ada niat bentrok, kalau kami tahu akan diserang, pasti kami membawa laskar lebih banyak," kata dia di Markas FPI Yogyakarta di Jalan Wates, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad 21 Juli 2013.

    Mereka ke sana setelah dapat keluhan masyarakat tentang adanya kemaksiatan. Salah satu hal paling mendesak di Sukorejo itu adalah adanya judi togel dan lokalisasi atau tempat pelacuran yang disamarkan dengan tempat karaoke yang hampir setiap hari di bulan puasa tetap buka. "Makanya kami mengadakan pawai simpatik untuk mengimbau sekaligus untuk memperingatkan agar di bulan suci ini mereka bisa menghargai umat Islam," kata dia.

    Ia menjelaskan, dalam bentrok pada Rabu dan Kamis lalu, awalnya hanya pawai simpatik untuk pemberantasan togel dan pelacuran.  Namun oleh para pengelola togel dan lokalisasi Alaska (alas karet) ditanggapi dengan emosional.

    SOHIRIN | MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.