Golkar dan Hanura Tantang Prabowo di Pilpres  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aburizal Bakrie. ANTARA/Dhoni Setiawan

    Aburizal Bakrie. ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Golkar bersiap menunggu Ketua Dewan Pimpinan Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2014. "Kita ketemu di pilpres saja, biarkan yang meminta rakyat," kata Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Lalu Mara Satriawangsa saat dihubungi Tempo, Rabu, 17 Juli 2013.

    Pernyataan Lalu menanggapi hasil jajak pendapat Lembaga Survei Nasional (LSN) yang mencatat Prabowo unggul sebagai calon presiden struktural (kandidat yang berasal dari struktur tertinggi dalam partai). "Prabowo alumni Pilpres 2009, wajar saja unggul seperti itu," kata Lalu Mara.

    LSN mencatat Aburizal mempunyai elektabilitas tertinggi kedua setelah Prabowo dengan 16,3 persen suara, sedangkan Prabowo 22,7 persen. Terdongkraknya pamor keduanya disebabkan iklan politik massif dari kedua kandidat yang sering ditayangkan media massa. "Prabowo dan Aburizal paling massif iklannya di media," kata Dipa Pradipa, peneliti utama LSN.

    Namun, Mara mengatakan Golkar belum ada pembicaraan untuk berkoalisi dengan Prabowo terkait dengan persiapan pemilu tahun depan. Dia menegaskan partainya tidak akan tawar-menawar terkait capres dengan Gerindra. "Yang pasti kami mengusung ARB (Aburizal Bakrie) sebagai capres Golkar. Itu pasti."

    Hal senada dinyatakan Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Harnura Arya Sinulingga. Dia mengatakan partainya percaya diri mencalonkan Wiranto sebagai calon presiden untuk memenangkan Pemilu 2014. "Posisi kami sudah baik, survei menunjukkan elektabilitas Wiranto menguat," katanya.

    ALI AKHMAD

    Terpopuler:
    Yusuf Mansur Bantah Investasi Miliaran di Mekah
    Muslim Uighur Dipaksa Makan Selama Ramadan  
    Jokowi: Nama Saya Siapa? Anak Kecil: Sukowi!  
    Gerindra Siapkan Jokowi Jadi Presiden 2019
    Wanita ini Menyesal Dapat Lotere Rp 29 Miliar
    Disebut `Sukowi`, Jokowi Mesem


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.