Senin, 10 Desember 2018

Bisnis MLM QNet Diduga Tipu Rp 1,6 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Sekitar 200 orang anggota multi level marketing, PT QNet Indonesia melaporkan dugaan penipuan yang dilakukan perusahaan ke Kepolisian Resor Banyuwangi. Kerugiaan korban diduga mencapai Rp 1,6 miliar.

    Wakil pelapor, Rudi Suprapto, 50 tahun, mengatakan, perusahaan itu dianggap tidak memenuhi janji memberikan satu unit Honda Jazz dan pendapatan Rp 2,5 juta per bulan kepada anggotanya. Apalagi, menurut dia, sejumlah produk kesehatan yang dijual tidak berkhasiat.

    Kerugian materi, kata Rudi, dihitung dari biaya pendaftaran anggota QNet antara Rp 7 juta - Rp 10 juta tiap orang. Setiap anggota wajib mencari 6 orang untuk bergabung dalam bisnis itu. Rudi kemudian mengajak istri dan ayah kandungnya. "Dapat satu anggota katanya kita dapat penghasilan Rp 2,5 juta per bulan," kata Rudi kepada wartawan di Mapolres Banyuwangi, Senin 17 Juni 2013.

    Ada tiga produk QNet yang diberikan kepada anggota, yakni Bio-Disc, Chi-Pendant dan E-Guard. Bio-Disc berupa lempeng kaca yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Chi-Pendant berupa kalung liontin yang bisa membuat penggunanya kuat. Sementara E-Guard dipakai dalam rokok elektronik.

    Rudi dan rekannya yang melapor mengklaim tidak pernah merasakan khasiat barang-barang tersebut. Saat melapor, Rudi membawa ratusan produk QNet, baju, dan sertifikat 200 anggota.

    Sementara itu, Mahbub Effendi, independent representative QNet Jember, mengatakan, untuk mendapatkan penghasilan, anggota harus bekerja keras dengan mengajak 6 orang untuk bergabung menjadi anggota. "Penghasilan saya sudah Rp 100 juta," kata dia. Dia membantah bila produk QNet tidak berkhasiat. Dia mengklaim testimoni keberhasilan produk QNet datang dari berbagai negara.

    Kepala Kepolisian Resor Banyuwangi, Ajun Komisaris Besar Nanang Masbudi, mengatakan, polisi masih mempelajari laporan tersebut. "Bila ditemukan unsur penipuan, maka polisi akan memprosesnya," katanya.

    IKA NINGTYAS

    Topik terhangat:

    Rusuh KJRI Jeddah | Koalisi dan PKS | Perbudakan Buruh

    Berita lainnya:

    Edisi Khusus HUT Jakarta
    Dosen UI Pengkritik Korupsi Jadi Tersangka 

    Aktris Ully Artha Meninggal Dunia 

    Alasan Jakarta Semakin Macet


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.