Pemukul Pramugari Tidak Dikenakan UU Penerbangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nur Febriani menunjukkan memar bekas pukulan di belakang telinga saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta (7/6). Ia dipukul Zakaria dengan gulungan koran di telinga dan pipinya. Tempo/Imam Sukamto

    Nur Febriani menunjukkan memar bekas pukulan di belakang telinga saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta (7/6). Ia dipukul Zakaria dengan gulungan koran di telinga dan pipinya. Tempo/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Pangkal PinangKepolisian Resor Kota Pangkalpinang mengaku belum bisa menjerat tersangka kasus dugaan pemukulan pramugari Sriwijaya Air, Zakaria Umah Hadi, dengan Undang-Undang dan Peraturan Keselamatan Penerbangan.

    Zakaria yang menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Bangka Belitung memukul pramugari Sriwijaya Air, Nur Febriani dengan gulungan koran. Ia memukul setelah merasa tersinggung lantaran Febriani mengingatkannya agar mematikan telepon saat berada di dalam pesawat. 

    "Tersangka hanya kita jerat dengan pasal 351 KUHP Subsider pasal 335 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara," ujar Kapolres Pangkalpinang AKBP Bariza Sulfi saat dihubungi Tempo, Sabtu 8 Juni 2013.


    Menurut Bariza, belum ada upaya yang dilakukan Polres Pangkalpinang untuk menjerat Zakaria terkait pelanggaran Undang-Undang penerbangan. "Kami belum mengarah kesana. Kami  masih fokus pada masalah pasal penganiayaan saja," kata dia. 


    Bariza menjelaskan, untuk menjerat tersangka Zakaria dengan Undang-Undang Penerbangan, pihaknya masih akan koordinasi dengan beberapa pihak. "Hanya itu dulu perkembangan yang bisa saya sampaikan," kata dia. 

    SERVIO MARANDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.