Jadi Anggota Geng Motor XTC, Bayar Rp 5000

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota polisi memeriksa kendaraan yang ditahan hasil razia geng motor di Mapolres Kediri Kota, Jawa Timur, Senin (23/4). ANTARA/Arief Priyono

    Seorang anggota polisi memeriksa kendaraan yang ditahan hasil razia geng motor di Mapolres Kediri Kota, Jawa Timur, Senin (23/4). ANTARA/Arief Priyono

    TEMPO.CO, Bandung - Seorang senior geng motor XTC yang sudah bergabung sejak 1994, Juanda Setiawan menceritakan bagaimana dirinya bergabung dengan geng motor tersebut.

    "Pertama, saya membayar Rp 5000 untuk biaya registrasi," kata Juanda yang biasa disapa Iyang, akhir Mei lalu. Uang itu, kata dia, nantinya akan dipakai untuk merayakan hari jadi XTC.

    Iyang mengaku menjadi pendiri XTC distrik Ciwastra, Bandung. Sejak 1994, distrik ini memperoleh dukungan dan dekat dengan masyarakat Ciwastra. “Kalau malam, kami suka begadang, jadi kami menjaga keamanan sekitar juga,” kata Iyang. Ciwastra adalah distrik XTC dengan anggota terbanyak di Jawa Barat.

    Pada mulanya, tahun 1986, persaingan antar geng di kota Bandung hanya di arena balap saja. Namun semakin hari semakin menjadi, sehingga pada awal 1990-an mereka sering bentrok dengan rivalnya di jalanan. “Tapi kami tidak pernah mengganggu masyarakat,” kata Iyang. Dia menambahkan, XTC memilih tempat yang jauh dari masyarakat jika ingin bertarung dengan rivalnya.

    Persaingan antar geng motor di Bandung ini, menurut dia, semakin kompetitif dan bukan hanya adu fisik. Iyang bercerita, dirinya pernah menemukan kasus seorang pemuda yang ditangkap karena menjambret tas seorang pengendara jalan. Kepada polisi, pemuda ini mengaku anggota geng motor XTC. "Padahal dia anggota sebuah geng motor yang sudah lama menjadi rival XTC," katanya.

    Kini, Iyang melanjutkan, ada perbedaan ketika dia sudah memasuki jajaran senior XTC. Jika dirinya bertemu sang rival, kini dirinya sudah tidak lagi merasakan persaingan antar geng. Dia mengakui, bentrokan yang dulu pernah dia lakukan adalah bagian dari masa labilnya sebagai anak SMA.

    PERSIANA GALIH



    Topik terhangat:

    Tarif Baru KRL
    | Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha |Fathanah

    Berita lainnya:
    Jenazah Tito Kei Dilarang Diotopsi
    Polisi: Tito Kei Sudah Lama Diincar
    Penembak Tito Kei Berjaket Hitam dan Pakai Helm


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa