Perkuat Dirgantara, Indonesia Beli Perisai Udara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang personil Marinir TNI Angkatan Laut membungkus moncong meriam seusai mengikuti upacara penutupan Latihan Gabungan (Latgab) Tahun Angkatan 2013 di Markas Komado Armada Timur (Armatim), Ujung, Surabaya, Jumat (24/5). TEMPO/Fully Syafi

    Seorang personil Marinir TNI Angkatan Laut membungkus moncong meriam seusai mengikuti upacara penutupan Latihan Gabungan (Latgab) Tahun Angkatan 2013 di Markas Komado Armada Timur (Armatim), Ujung, Surabaya, Jumat (24/5). TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta--Kementerian Pertahanan tak hanya membeli pesawat tempur untuk memperkuat pertahanan dirgantara Indonesia. Kementerian mengaku telah memesan perisai udara dari pabrik Rheinmetall Air Defence di Swiss. Alat utama sistem persenjataan bernama  Oerlikon Skyshield  itu berbentuk meriam yang terintegrasi dengan radar pangkalan udara.

    "Kita pesan enam unit Oerlikon SkyShield, saat ini dalam proses produksi," kata Kepala Badan Sarana Pertahanan, Laksamana Muda Rachmad Lubis, saat dihubungi Tempo, Selasa, 28 Mei 2013.

    Enam unit meriam perisai udara itu dipesan Kementerian Pertahanan dengan harga US$ 202 juta. Namun, TNI AU mesti menunggu cukup lama sebelum menggunakan alutsista baru ini. Pasalnya,  Oerlikon Skyshield  baru bisa dikirim dari Swiss pada 2015. "Jadi bertahap, pertama empat unit tiba tahun 2015, dua unit lagi tiba tahun 2017," kata dia.

    Sumber Tempo menyebutkan Oerlikon Skyshield  menggunakan meriam kembar berukuran amunisi 35 milimeter dan rudal anti-serangan udara  jarak pendek. Kemampuan meriam memuntahkan seribu peluru dalam satu menit dianggap efektif menghancurkan ancaman pesawat tempur dan rudal musuh.

    Kemampuan  Oerlikon Skyshield semakin mumpuni jika menggunakan amunisi khusus buatan Rheinmetall bernama Advanced Hit Efficiency and Destruction (AHEAD). Jika ditembakkan peluru ini mampu menyebar membentuk perisai. Sehingga presisi tepat sasaran mencapai lebih dari 90 persen.

    INDRA WIJAYA

    Terhangat:
    Kisruh Kartu Jakarta Sehat | Menkeu Baru | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha



    Baca juga:

    Anis Matta Disebut Terima Miliaran Rupiah

    Dapatkan Agen, Joe Taslim Kalahkan Ribuan Aktor

    Joe Taslim Dapat Bonus, Fast Furious Box Office

    Interpelasi soal KJS, Jokowi: Bukan Masalah!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.