Jumat, 27 April 2018

Ketua Pengadilan Negeri Kediri Dilaporkan Menerima Suap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Surabaya:Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kediri, Nuzuardi telah dilaporkan ke Mahkamah Agung (MA) karena telah dituduh memeras Slamet Riyadi, seorang pengusaha di Kediri. Surat pengaduan tersebut dikirimkan Sudiman Sidabuke, pengacara yang ditunjuk Slamet Riyadi, kepada Ketua Muda MA Bidang Pengawasan dan Pembinaan pada bulan Juli lalu (30/7). "Tapi hingga saat ini juga belum ada tanggapan dari MA," kata Sudiman kepada Tempo, Rabu, (15/9).Menurut Sudiman, laporan kepada MA tersebut berkaitan dengan pekara korupsi kredit dari BRI Kediri senilai Rp. 140 miliar yang diberikan kepada Slamet Riyadi. Dikatakan Sudiman, kredit tersebut dikucurkan kepada kliennya pada tahun l993 untuk modal pendirian PT Rubber Industri, usaha pembuatan lapisan ban mobil. Namun karena usahanya macet dan tidak bisa mengembalikan pinjaman, Slamet kemudian diperkarakan oleh BRI. Padahal, kata Sudiman, usaha tersebut didirikan atas nama keluarga. "Tetapi karena usaha tersebut macet, Slamet yang dijadikan sasaran," kata Sudiman.Ketua Pengadilan Negeri Kediri, Nuzuardi, membantah pernah menerima suap dari Slamet Riyadi. Menurut Nuzuardi, dirinya tidak pernah menerima sepeser pun uang dari Phin Ching alias Slamet Riyadi. "Demi Allah saya tidak pernah menerima uang dari dia (Slamet Riyadi). Saya telah dipojokkan oleh Catur Wahyu (Panitera Pengadilan Negeri Kediri, red)," kata Nuzuardi ketika dihubungi Tempo lewat telepon.Nuzuardi mengatakan, sejak Juni lalu Catur Wahyu telah pindah jadi Wakil Panitera Pengadilan Tinggi Palu. Dia mengakui, bahwa pada awal Desember 2003 dirinya pernah dikenalkan seseorang bernama Slamet Riyadi oleh Catur Wahyu di hotel Novotel Surabaya. Dalam pertemuan itu, Catur mengenalkan Slamet sebagai pengusaha besar di Kediri. "Sebagai orang baru saya tidak tahu kalau Slamet lagi tersandung masalah," kata Nuzuardi.Pertemuan di hotel tersebut, kata Nuzuardi, juga tidak membicarakan kasus yang menimpa Slamet. "Kami hanya ngobrol sebentar. Setelah itu kami meninggalkan mereka (Catur dan Slamet Riyadi) untuk istirahat," kata Nuzuardi. Dikatakannya, sebenarnya saat itu dia tidak punya tujuan untuk menginap di Novotel. Nuzuardi mengatakan, dia menginap di hotel tersebut karena diajak oleh Catur Wahyu. Karena itu, Nuzuardi mengaku tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar hotel. Setelah pertemuan itu, Nuzuardi mengaku tidak bertemu lagi dengan Slamet dan karena itu dia menolak tuduhan dirinya menerima uang dari Slamet. "Mungkin saja Slamet pernah memberikan uang lewat Catur, jadi tanyakan saja ke dia," kata Nuzuardi. Hanya saja Nuzuardi membenarkan proses kepindahannya ke Kediri sepenuhnya dibantu Catur Wahyu. Saat itu Catur juga mengatakan ada orang baik hati ingin membantu. "Saya bilang kalau memang tidak ada ikatan apa pun, silahkan saja," kata Nuzuardi.Kukuh S. Wibowo, Rochman Taufiq - Tempo

     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ratu Elizabeth II dan Pewaris Tahta di Keluarga Kerajaan Inggris

    Inilah posisi Ratu Elizabeth II, Pangeran Charles, dan Pangeran WIlliam dalam jajaran pewaris tahta dalam keluarga kerajaan Inggris