Minggu, 25 Februari 2018

Jago PDIP dalam Pilgub Jatim Segera Diumumkan  

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 18 April 2013 19:05 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jago PDIP dalam Pilgub Jatim Segera Diumumkan  

    Bambang Dwi Hartono. dok TEMPO/Dwi Narwoko

    TEMPO.CO, Surabaya - Wakil Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur, Ali Mudji, mengatakan keputusan final partainya soal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Agustus 2013 mendatang sudah hampir final.

    Ali mengaku sudah mendengar kabar bahwa Pengurus Pusat PDIP akan menetapkan paket pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan didukung. “Mungkin dalam satu dua hari ini,” kata Ali, Kamis, 18 April 2013.

    Menurut Ali, ada dua pasangan calon yang mungkin ditetapkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Keduanya yaitu duet Khofifah Indar Parawansa-Bambang Dwi Hartono atau Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah.

    Pasangan Khofifah-Bambang, kata Ali, merupakan duet yang paling berpeluang mengalahkan pasangan inkumben, Soekarwo-Saifullah Yusuf. Adapun duet Bambang-Said merupakan alternatif bila Mega menginginkan kadernya sendiri yang maju. Bambang kini menjabat Wakil Wali Kota Surabaya, sedangkan Said anggota Fraksi PDIP DPR asal Pamekasan.

    Ali menyadari besarnya tantangan PDIP untuk memenangkan jagonya di Jawa Timur. Sampai saat ini arus bawah PDIP masih terpecah sebagai imbas dari perseteruan antara Ketua PDIP Jawa Timur Sirmadji Tjondropragolo dan Ketua PDIP Malang Peni Suparto.

    Untuk konsolidasi dan pemenangan pemilu, Ali Mudji meminta DPP PDIP menunjuk Pramono Anung menjadi komandan lapangan pemilihan Gubernur Jawa Timur. Pramono, yang kini menjabat Wakil Ketua DPR, dianggap mampu menyatukan kekuatan partai yang tercerai berai.

    Pengamat politik dari Universitas Airlangga Hotman Siahaan menilai, bila Mega sampai memberi rekomendasi kepada Khofifah, berarti dia akan mengulangi kesalahannya pada pilkada Jawa Timur pada 2008 lalu. Ketika itu Khofifah yang maju sebagai calon gubenur juga mendapat dukungan Mega.

    Namun, pada saat pemilihan presiden 2009, Khofifah justru tidak mau mendukung Mega. Politikus yang pernah aktif di Partai Kebangkitan Bangsa itu justru mendukung Jusuf Kalla.

    ”Sekarang apa yang diinginkan PDIP? Berpikir pragmatis ataukah konsolidasi partai demi pemilihan umum nasional yang tidak lama lagi?” ujar Hotman. Dia berharap PDIP mencalonkan kadernya sendiri seperti pemilihan gubernur di Jawa Barat, Sumatera Utara dan Jawa Tengah. Alasannya, kekuatan PDIP di Jawa Timur cukup besar. ”Mengapa PDIP tidak percaya dengan kader sendiri?” ucap Hotman.

    KUKUH S WIBOWO

    Topik Terhangat:
    Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Kasus Cebongan

    Baca juga:

    EDISI KHUSUS Tipu-tipu Jagad Maya

    Sunah Rasul Hakim Setyabudi dan Gratifikasi Seks

    Sopir Hakim Setyabudi Tak Tahu Suap Seks Bosnya

    @SBYudhoyono Follow Artis-artis Ini


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.