Minggu, 25 Februari 2018

Mahasiswa NTT Resah PascaInsiden LP Sleman

Oleh :

Tempo.co

Senin, 25 Maret 2013 11:50 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa NTT Resah PascaInsiden LP Sleman

    Petugas Brigade Mobil Polda DIY berjaga di Instalasi Kedokteran Forensik, RSUD Dr. Sardjito, kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sabtu (23/3). Autopsi yang dilakukan oleh tim gabungan dari RSUD Dr. Sardjito dan tim Kedokteran dan Kesehatan Polda DIY ini bertujuan untuk meneliti penyebab utama kematian empat tahanan titipan di Lapas II B Cebongan Sleman dan menjadi salah satu bukti penting pengungkapan kasus penyerbuan oleh segerombolan orang bersenjata pada Sabtu (23/3) dini hari. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Mahasiswa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di
    Yogyakarta ketakutan pasca-penembakan empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan, Cebongan, Sleman.

    Nurlaila Usman, sepupu Adrianus Candra Galaga atau Dedi, mengatakan mahasiswa NTT akhir-akhir ini sering mendapat teror melalui pesan singkat. "Kami trauma. Ada teror lewat SMS sehingga beberapa teman tidak berani keluar," kata dia di RSUP Dr. Sardjito, Minggu, 24 Maret 2013.

    Nurlaila, yang tinggal tidak jauh dari lokasi rumah sakit, Minggu pagi datang untuk mengurus pengiriman jenazah saudaranya. Ia berembuk bersama sejumlah keluarga dan kerabat tiga korban yang lain. Salah satu warga NTT yang enggan disebut namanya mengatakan muncul
    pesan singkat tentang ancaman warga NTT akan di-sweeping. "Bunyi SMS-nya adalah tolong jangan keluar malam karena ada sweeping," katanya. (Baca: Keraton Yogya Berang LP Sleman Diserbu)

    SHINTA MAHARANI


    Topik Terhangat: Kudeta || Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas

    Berita Lainnya:
    Apa Senjata Pelaku Penyerangan Lapas Sleman
    Pemindahan Tahanan ke LP Cebongan Dipertanyakan
    Operasi Buntut Kuda Penjara Cebongan Sleman
    Jenazah Korban Lapas Sleman Diterbangkan ke NTT
    Siapa Tak Trauma Lihat Serangan Penjara Sleman


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.