KSAD Bantah RUU TNI Kembalikan Dwifungsi ABRI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Ryamizard Ryacudu membantah RUU TNI berpotensi mengembalikan dwifungsi ABRI. Bantahan ini disampaikannya, Senin (26/7), usai menghadiri ulang tahun Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. "Nggak ada dwifungsi-dwifungsi," ujar Ryamizard emosional, saat ditanya potensi kembalinya dwifungsi ABRI seperti yang terdapat dalam RUU TNI. Bagaimanapun, lanjut Ryamizard, apapun yang dibuat TNI termasuk RUU TNI mengacu pada tugas pokok mengamankan negara. "Menjaga supaya utuh dan selamat, kalau itu bisa terlaksana undang-undang itu pasti betul," kata dia, menandaskan. Menurutnya, kalau sebuah undang-undang dibuat sedemikian rupa, apalagi di dalamnya terdapat campur tangan asing, hal itu akan menghancurkan negeri ini. Dia menandaskan, RUU TNI tersebut dibuat karena TNI lebih mengetahui bagaimana melaksanakan tugas dengan baik dibandingkan pihak di luar TNI. “Kalau didalam (TNI) saya harus lebih tahu bagaimana masalah TNI didalam, jadi jangan sampai kita banyak teori-teori melulu," ujarnya sambil bergegas menuju mobil dinasnya. Sunariah - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.