Jumat, 14 Desember 2018

Danet Suryatama Siapkan Tandingan Tucuxi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil sport elektrik merk Tucuxi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mobil sport elektrik merk Tucuxi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Setelah terlibat sengketa dengan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, perancang mobil listrik Tucuxi, Danet Suryatama, merancang strategi baru. Insinyur lulusan Institut Teknologi Sepuluh November itu kini tengah menyiapkan mobil listrik tandingan. "Desain dan teknologinya jauh lebih bagus ketimbang Tucuxi," kata dia kepada Tempo, Sabtu 5 Januari 2013.

    Menurut Danet, jenis mobil tandingan itu sama dengan Tucuxi yakni sedan sport coupe (dua pintu) berkapasitas dua penumpang. Daya pacunya bisa melebihi 250 kilometer per jam, lebih besar ketimbang Tucuxi. Danet juga menyempurnakan desain eksterior, interior serta fitur kenyamanan dan keamanannya.

    Namun saat ditanya rencana pengembangan mobil baru ini, dia enggan menjawab. "Saya ingin kreasi kali ini tidak diganggu. Saya tidak mau dicurangi dua kali," ujarnya.

    Kini, Danet berencana menggugat Dahlan Iskan pada lembaga perlindungan atas hak kekayaan intelektual di Amerika Serikat. Langkah ini ditempuh karena dia menduga Dahlan "mencuri" desain Tucuxi.

    Indikasi pencurian ide, kata Danet, terjadi setelah salah satu staf Dahlan mempreteli jeroan Tucuxi seperti motor listrik, power steering, lampu, serta beberapa aksesori. "Pembongkaran tanpa seizin saya jelas tidak beretika," ujarnya.

    Danet mengatakan telah mengirim surat elektronik berisi keberatannya pada Dahlan Iskan beberapa hari lalu. Namun surat itu belum berbalas. Dia juga mengaku tidak mengetahui keberadaan Tucuxi sejak awal pekan ini, sebelum kemudian muncul kabar mobil itu "diruwat" Dahlan di Solo.

    Danet adalah satu dari lima pengembang mobil listrik yang dijuluki "Putra Petir" oleh Dahlan Iskan. Sebelum kembali ke Indonesia, dia bekerja di perusahaan mobil listrik ElectrikCar LLC, Michigan. Konsep Tucuxi dikembangkan Danet pada 2004 hingga 2008, sebelum dikembangkan di Indonesia pada awal 2012.

    FERY FIRMANSYAH | SHINTA MAHARANI (YOGYAKARTA) | AHMAD ROFIQ (SOLO)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.