Wartawan Demo Tolak Wartawan Gadungan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Para wartawan Yogyakarta berusaha serius memberantas maraknya wartawan gadungan alias wartawan bodrek. Jumat (9/7), sekitar 50 wartawan yang bertugas di Yogyakarta, kembali berunjukrasa siap berperang melawan wartawan bodrek. Aksi kali ini berlangsung di gedung DPRD DI Yogyakarta dan di Mapoltabes Yogyakarta. Koordinator aksi wartawan, Budi Suwarna dari Harian Kompas mengatakan, aksi menolak wartawan bodrek dan wartawan gadungan akan terus dilakukan. Kampanye ini, kata dia, adalah langkah awal mengembalikan citra wartawan dan profesionalisme wartawan."Ini langkah pertama karena ke depannya, target kita adalah meningkatkan profesionalisme. Artinya, wartawan bodrek kita lawan sekaligus kampanye anti-amplop. Nah, para narasumber dan instansi mesti tahu masalah ini. Mereka harus mendukung sikap tegas kita," kata Budi.Anggota DPRD DIY Imam Samroni saat diminta memberikan komentarnya menyatakan, pihaknya mendukung langkah yang dilakukan wartawan. Keberadaan wartawan bodrek saat ini, kata Imam, betul-betul sangat meresahkan.Dalam aksinya di gedung DPRD DIY, para wartawan membawa sejumlah poster. Selain menyebut nama beberapa wartawan bodrek, poster-poster itu juga mengajak kepada masyarakat bersikap tegas jika didatangi wartawan bodrek. Selesai aksi di gedung DPRD, para wartawan berjalan kaki menyusuri Jalan Malioboro menuju Mapoltabes Yogyakarta. Di halaman Poltabes, mereka kembali melakukan aksi dan menggelar happening art. Intinya, mereka meminta kepada polisi untuk bersikap tegas dan menangkap para wartawan gadungan."Kalau ada polisi gadungan, bapak menangkapnya. Nah sekarang kami meminta agar polisi juga menangkap wartawan gadungan," kata Azam Sauki wartawan Radar Yogya.Saat itu Kapoltabes Yogyakarta Kombes Condro Kirono mengatakan, siap membantu para wartawan asli untuk memberantas wartawan gadungan. "Mereka jelas melanggar dan polisi siap menangkap siapapun yang melanggar aturan," kata Condro. Syaiful Amin - Tempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menurut WHO, Kanker Membunuh 8 Juta Orang Selama 2018

    Menurut WHO, kanker menjadi pembunuh nomor wahid. Penyakit yang disebabkan faktor genetis dan gaya hidup buruk itu membunuh 8 juta orang selama 2018.