Peran Ola Akan Diungkap dari Hillary K. Chimezie

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meirika Franola alias Ola di Pengadilan Negeri Tangerang dalam kasus narkoba, Tangerang, 11 Agustus Tahun 2000. DOK/TEMPO/Robin Ong

    Meirika Franola alias Ola di Pengadilan Negeri Tangerang dalam kasus narkoba, Tangerang, 11 Agustus Tahun 2000. DOK/TEMPO/Robin Ong

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Narkotika Nasional akan menangkap kembali Hillary Chimezie, anggota gembong peredaran narkoba, di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan. Meski di balik jeruji, Hillary kedapatan mengatur peredaran sabu di luar penjara.

    Badan Narkotik menduga Hillary, napi asal Nigeria, ada kaitannya dengan Meirika Franola alias Ola. Saat ditanya apa kaitan Hillary dan Ola, Direktur Badan Narkotika Nasional (BNN), Benny Jozua Mamoto, menolak menjelaskannya. Dia hanya melemparkan senyum.

    Ola ditangkap aparat pertama kali pada Januari 2000. Ia dicokok di parkiran Bandara Soekarno-Hatta. Penangkapan Ola menuntun polisi kepada kasus suaminya, Tony Ganiyu, warga Nigeria. Polisi mengejar Tony ke rumah Ola di bilangan Cipete, Jakarta Selatan. Di sana aparat terlibat baku tembak dengan Tony. Tony tewas. Di rumahnya polisi menemukan 3,6 kilogram kokain.

    Pada Agustus 2000, Ola divonis hukuman mati. Sebelas tahun kemudian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengabulkan grasi Ola sehingga ia batal dihukum mati.

    Adapun Hillary K. Chimezie merupakan gembong narkoba warga Nigeria. Pada 2004, Mahkamah Agung mengubah hukuman mati Hillary menjadi 12 tahun penjara. Dia kemudian ditangkap Badan Narkotika Nasional. Hillary pernah dipinjam tim Mabes Polri untuk pengembangan sebuah kasus.

    Hillary memiliki teman setahanan di Pasir Putih, Adam Wilson alias Abu, 42 tahun. Adam Wilson semula tengah berupaya menyewa pengacara untuk membebaskan diri dari hukuman mati menjadi hanya 12 tahun, seperti Hillary. Ia telah melakoni penahanan selama 10 tahun. Pertengahan September lalu, Abu ditangkap kembali oleh BNN di Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap Jawa Tengah. Ia dituduh sebagai pengimpor narkoba seberat 8,7 kilogram senilai Rp 17,4 miliar dari India.

    Dalam sebuah pengakuannya, warga Nigeria ini hendak membayar pengacara sekitar Rp 4 miliar dari duit tersebut.

    ANANDA BADUDU

    Berita Terpopuler
    Kalla Bakal Gembosi Aburizal?

    Politikus DPR Anggap Bos Merpati Berlebihan

    2014, Boediono Nyapres?

    Marzuki Alie Kritik KPK

    Perhatikan Posisi Tidur Bayi Anda

    Merokok Menyebabkan Kerusakan Otak

    Lensa Matamu Bisa Jadi Ancaman

    Tepat Menyikapi Gangguan Adrenal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.