Gaji Menteri Tak Cukupi Kebutuhan Siti Fadilah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadillah Supari bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (26/04). TEMPO/Seto Wardhana

    Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadillah Supari bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (26/04). TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari membantah telah menerima duit dalam bentuk cek pelawat sebesar Rp 1 miliar lebih dari Rustam Pakaya, terdakwa kasus korupsi alat pengadaan kesehatan. "Tidak pernah," kata Siti tegas ketika bersaksi untuk Rustam di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2012.

    Siti juga membantah telah memberikan cek pelawat ke adiknya, Rosdiah Endang. Meskipun memberi wewenang pada Rosdiah untuk mengurus keuangan rumah tangganya, Siti mengklaim menghindari pemberian dari pihak lain. “Karena akan melemahkan saya," kata Siti.

    Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, Siti mengaku gajinya sebagai menteri saja tak cukup. Maka dia pun memberikan sejumlah tabungan pada Rosdiah. Selain untuk menutup kebutuhan, duit itu juga digunakan untuk dibisniskan. "Untuk dikembangkan. Adik saya itu pintar jualan, jualan berlian, dan sebagainya," kata Siti.

    Rustam merupakan terdakwa kasus pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan pusat penanggulangan krisis Departemen Kesehatan tahun anggaran 2007. Nama Siti ikut terseret dalam dakwaan Rustam. Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi menudingnya menerima uang suap sebesar Rp 1,2 miliar.

    NUR ALFIYAH

    Berita Terpopuler
    Djoko Susilo Diperiksa Lagi Pekan Depan

    Kasus Novel Baswedan Ditengarai Janggal

    Kasus Simulator SIM Sepenuhnya ''Milik'' KPK

    Kata SBY Soal Kegaduhan di Sosial Media

    Novel Laporkan Intimidasi ke Komisi Hak Asasi



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.