Soal Capres, Ical Diminta Hati-hati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie  dalam acara Deklarasi Calon Presiden dari partai Golkar di Sentul International Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/7). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dalam acara Deklarasi Calon Presiden dari partai Golkar di Sentul International Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/7). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Golkar, Zainal Bintang, menasihati Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, untuk berhati-hati dalam pencalonan presiden. Menurut Zainal, saat ini sangat mudah bagi lawan-lawan politiknya untuk menjatuhkan Aburizal.

    "Pesan saya kepada Ical (sapaan Aburizal Bakri), hati-hati saja," ujarnya kepada Tempo, Senin 10 September 2012. Langkah Aburizal Bakrie sebagai calon presiden dari Partai Golkar diperkirakan akan semakin berat.

    Sejumlah perusahaan milik Aburizal saat ini terus mengalami penurunan kinerja. Bahkan, perdagangan saham salah satu perusahaan kelompok bisnisnya, Bakrie Telecom, sempat ditutup otoritas bursa beberapa waktu lalu.

    Kondisi ini, menurut sejumlah politikus Partai Beringin, bisa berdampak pada usaha Aburizal untuk melaju pada 2014 nanti. Dengan elektabilitas Aburizal yang sampai saat ini masih tak menggembirakan, diperkirakan kampanye untuk menjadikannya sebagai presiden akan memakan banyak biaya.

    Selain itu, lemahnya kondisi finansial Aburizal saat ini juga diperkirakan bisa membuka celah bagi lawan-lawan politiknya di Golkar untuk menggulingkan dia yang notabene sudah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden. Menurut sejumlah politikus Golkar itu, hal ini bisa menjadi bola panas dalam rapat pimpinan nasional Oktober besok.

    Zainal tak membenarkan atau membantah informasi tersebut. Namun, dia menambahkan, dalam sejarah Golkar, pemenang bisa ditemukan di saat-saat terakhir. "Istilahnya, bisa saja ada yang menyalip di tikungan terakhir. Jadi, semua bisa terjadi," katanya.

    Di lain pihak, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Lalu Mara Satria Wangsa, menepis anggapan tentang turunnya elektabilitas Aburizal terkait melorotnya kinerja perusahaan. Menurut Lalu Mara, soal untung rugi perusahaan Aburizal adalah hal biasa. Dalam perjalanannya, kelompok usaha Bakrie sudah sejak lama mengalami pasang surut. 

    "Soal perusahaan ya perusahaan. Naik turunnya biasa. Lihat saja perjalanan kelompok usaha bakrie sejak 10 Februari 1946. Bukan kali ini saja terjadi," kata dia.

    Lalu Mara menambahkan, goncangnya kelompok usaha Bakrie tak ada kaitannya dengan persiapan Aburizal sebagai calon presiden dari Golkar. Menurut dia, buktinya elektabilitas Partai Golkar melesat dibawah kepemimpinan Aburizal. "Sementara Pak Ical sendiri sebagai pendatang baru di kancah politik sudah masuk empat besar berdasarkan survei-survei," katanya.

    FEBRIYAN

    Berita terpopuler lainnya:
    Tanda Tanya Ongen di Kasus Munir

    Polisi Kejar Pencopet Smartphone Menteri Amir

    Nonton Matah Ati, Jokowi pilih Lesehan

    Putaran Kedua, Foke Bicara SMS Hipnotis

    Malam Ini, Jokowi Wisata Kuliner Bakso Kotak-Kotak

    Alasan Munir Pilih Garuda Indonesia

    Munir dan Mobil Toyota Mark Putih Kesayangannya

    Foke: Parpol Islam Sudah Tak ''Terkotak-Kotak'' 

    Golkar Diminta Tidak Tersandera Bisnis Bakrie

    God Bless Manggung untuk Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.