Agung: Pengungsi Syiah Madura Pindah Bukan Solusi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Muslim Syiah menangis saat doa bersama untuk korban kekerasan penyerangan warga Syiah di Sampang, Madura, dalam aksi

    Seorang Muslim Syiah menangis saat doa bersama untuk korban kekerasan penyerangan warga Syiah di Sampang, Madura, dalam aksi "Malam Seribu Lilin" di Tugu Proklamsi, Jakartat, (28/8). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Masyarakat Agung Laksono menilai rencana memindahkan pengungsi Syiah Sampang tak akan menyelesaikan konflik di Sampang, Madura. Apalagi pemindahan pengungsi bukan perkara sederhana.

    “(Relokasi) hanya memindahkan masalah, jangan sampai masalah pokoknya tidak diselesaikan dan malah menimbulkan masalah baru,” kata Menteri Agung saat dihubungi Tempo, Sabtu, 8 September 2012.

    Pemindahan pengungsi Syiah Sampang bahkan dinilai bisa menimbulkan kesan bahwa kaum minoritas rawan tersingkir dari lingkungannya. Menurut dia, penyelesaian masalah Sampang harus dilakukan dengan cara membuat masyarakat di sana menghargai perbedaan. “Tak boleh ada kekerasan,” ucapnya.

    Dia mengatakan usulan merelokasi pengungsi Syiah dari tempat pengungsian di Gelaggang Olahraga (GOR) Sampang ke rumah susun di Sidoarjo baru sebatas wacana. “Belum diputuskan (akan dipindahkan) karena belum berkoordinasi dengan instansi yang lain,” ujar Agung.

    Menurut dia, persoalan Sampang bukan hanya urusan Kementerian Agama. Oleh sebab itu solusinya harus dibicarakan lebih dulu dengan Kementerian Sosial serta Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan.

    Usulan memindahkan pengungsi Syiah Sampang mulanya dikemukakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pemprov mengusulkan agar sekitar 71 keluarga komunitas Syiah yang mengungsi di GOR Sampang dipindahkan ke rumah susun di derkat Pasar Induk Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo.

    Alasannya kondisi GOR tak layak bagi pengungsi. "Kalau di rusun kan enak. Mereka kami sediakan rumah gratis. listrik, air, dan kebutuhan makan nanti kami tanggung," kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf, 7 September 2012.

    Usul ini kemudian mendapat dukungan dari Menteri Agama, Suryadharma Ali. Dia menyayangkan sikap para pengunsi yang menolak untuk dipindahkan. Padahal, kata Surya, usul tersebut diajukan untuk memberikan lokasi pengungsian yang tepat dan nyaman.

    ANGGRITA DESYANI

    Berita Terkait
    Polisi Tangkap Delapan Perusuh Sampang

    Tragedi Sampang, 2 Menteri ke Madura

    Budaya Carok Sampang Perkeruh Keadaan 

    Kapolri Berangkat ke Sampang, Madura, Siang Ini 

    MUI Pusat Belum Keluarkan Fatwa Soal Syiah  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.