Wapres: Sebaiknya Hanya Satu Muktamar Luar Biasa PKB

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Jika dimungkinkan, sebaiknya hanya ada satu Muktamar Luar Biasa Partai Kebangkitan Bangsa (MLB PKB). ”Boleh melakukan muktamar masing-masing, tapi akhirnya menjadi satu,” kata Wakil Presiden Hamzah Haz saat ditemui wartawan sebelum mengikuti Sidang Kabinet Terbatas Bidang Ekonomi di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, Senin(9/1) pagi. Bila satu muktamar mustahil dilakukan, masing-masing kubu tetap melangsungkan muktamarnya daripada ditunda. Selanjutnya, saran dia, pesan-pesan muktamar disampaikan kepada masing-masing pihak dalam rangka pendekatan. Hamzah menilai, terlalu dini untuk menganggap tidak akan terjadi islah di antara kubu Matori dan kubu Alwi yang berseteru itu. “Kita kan belum tahu siapa yang akan hadir di tempatnya Pak Matori dan tempatnya Pak Alwi,” ujarnya. Hamzah mengatakan, umumnya kehadiran ketua umum dan sekretaris jenderal partai dalam Muktamar PKB akan menjadi asas legalitas. “Kita lihat di mana mereka akan hadir,” imbuhnya. Hamzah optimis bahwa kedua pihak sudah ada niat untuk melakukan ishlah. Ishlah itu pun sudah disepakati pula oleh para kiai di kalangan NU (Nahdatul Ulama). Ia menambahkan, Matori akan menemuinya di Istana Medan Merdeka Selatan pukul 14.00 WIB nanti. Pada pertemuan itu, kata Hamzah, ia akan kembali menyampaikan pesannya agar kedua kubu dapat melakukan ishlah. Saat disinggung pada muktamar yang mana ia akan hadir sebagai Ketua Umum PPP, “Di mana saja saya akan hadir, bila ada kesempatan. Tapi, toh kalau hadir, itu saya lakukan sebagai bagian dari warga nahdliyin.” Seperti diketahui, hingga saat ini kemelut di tubuh PKB semakin memanas. Apalagi, kubu Matori bersikukuh menggelar MLB pada 14-16 Januari mendatang di Jakarta. Sementara kubu Alwi Shihab berencana menggelar muktamar serupa di Jakarta pada tanggl 17 Januari mendatang. Masing-masing pihak mengklaim bahwa kubunya didukung oleh pemerintah maupun kalangan Kiai NU yang terpandang. Namun, tampaknya para kiai sendiri mengharapkan hanya ada satu muktamar dan keduanya dapat ber-ishlah. (Dara Meutia Uning-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.