NTT Bangun Pelabuhan Niaga Rp 40 M  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO , Kupang: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memulai pembangunan pelabuhan laut niaga di Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, dengan dana sebesar Rp 40 miliar lebih dari Kementerian Perhubungan.

    Pembangunan pelabuhan laut itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Gubernur NTT Esthon Foenay, Senin, 25 Juni 2012. "Dermaga yang dibangun adalah pelabuhan niaga, bukan pelabuhan pelayaran," kata Kepala Dinas Perhubungan NTT, Bruno Kupok, kepada Tempo di Kupang.

    Pembangunan pelabuhan ini, menurut dia, akan dibangun dalam tiga tahap mulai 2012-2014 dengan total mencapai lebih dari Rp 40 miliar. "Untuk membangun sebuah pelabuhan laut, dana yang dibutuhkan mencapai Rp 40 miliar lebih," katanya.

    Pada tahap pertama 2012, menurut dia, Kementerian Perhubungan telah mengalokasikan dana sebesar Rp 9,7 miliar yang akan dikerjakan oleh PT Realita Molukan Raya. Dana pembangunan tahap kedua juga telah diusulkan ke Kementerian Perhubungan sebesar lebih dari Rp 21,4 miliar.

    Pembangunan tahap pertama, di antaranya pekerjaan area darat 50x50 meter persegi, pekerjaan causeway 70x6 meter persegi, pekerjaan pengadaan tiang pancang sebanyak 117,302 ton untuk trestle segmen I dan II. Pada tahap kedua akan dibangun Pelabuhan Laut seluas 70x10 meter persegi dan pekerjaan trestle sepanjang 70x6 meter persegi.

    Wakil Gubernur NTT Esthon Foenay mengatakan pembangunan pelabuhan laut ini untuk membuka isolasi antardaerah di NTT, termasuk peningkatan keserasian dan keadilan pertumbuhan ekonomi antar daerah, pelayanan kepada masyarakat bisnis serta peningkatan pemanfaatan teknologi dan informasi transportasi barang dan jasa. "Ini merupakan salah satu cara untuk membuka isolasi antardaerah," katanya.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.