Tukar Koin dan Rokok Rusia di Posko Sukhoi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR Rusia tiba di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu (12/5). Tim ini akan berangkat ke lokasi kejadian jatuhnya pesawat Minggu pagi pukul 07.00 WIB, untuk membantu proses evakuasi korban Sukhoi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Tim SAR Rusia tiba di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu (12/5). Tim ini akan berangkat ke lokasi kejadian jatuhnya pesawat Minggu pagi pukul 07.00 WIB, untuk membantu proses evakuasi korban Sukhoi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Bogor - Indonesia memberi tambahan waktu tiga hari kepada tim SAR Rusia untuk melakukan penyelidikan jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, dari Jumat, 18 Mei 2012, sampai Ahad, 20 Mei 2012.

    Sebelum mendapat tambahan waktu, tim Rusia di Posko Evakuasi Pasir Pogor lebih banyak berada di sekitar tenda yang mereka dirikan, yakni di halaman upacara dan bawah lapangan sepak bola SMPN 1 Cijeruk. Sebanyak empat tenda, berikut tenda khusus toilet dan dapur umum, berada di halaman sekolah. Sedangkan tiga tenda, termasuk tenda komando, terletak di dekat helipad.

    Untuk mengisi kejenuhan, terkadang beberapa anggota SAR Rusia keluar tenda dan berjalan di sekitar posko. Malah ada juga yang berinteraksi dengan anak-anak Kampung Pasir Pogor. Misalnya dua pria dan satu perempuan Rusia sempat bertukar uang koin dengan sekelompok bocah lokal. Koin warna kuning emas ditukar dengan uang koin pecahan Rp 500 milik sang bocah.

    Meski terhalang pagar sekolah, tim Rusia dan anak kampung itu terlihat senang. Sambil tertawa, tentu dengan bahasa Rusia, mereka mengucapkan terima kasih kepada bocah dan warga Cipelang atas keramahannya. "Lumayan uang Rusia ini buat kenang-kenangan, Ppak," ujar Firman, 8 tahun, salah seorang bocah yang bertukar koin.

    Lain lagi pemandangan di tenda komando Tim Rusia. Pada Jumat siang, sejumlah warga terlihat mengirimkan belasan batang bambu yang baru ditebang. Bambu tersebut lantas digotong dan dipotong-potong oleh tim Rusia. Bambu Cipelang itu mereka jadikan bilah kecil menyerupai pagar. "Itu bukan untuk alat operasi SAR, tapi untuk membuat penutup di halaman tenda saja," ucap seorang anggota tim Rusia yang fasih berbahasa Indonesia.

    Anggota Perlindungan Masyarakat Desa Cipelang, E. Kosasih, mengatakan bambu dibeli Tim Rusia seharga Rp 10.000 per batang. Sejak pagi dia meminta warga menebangnya di kebun. "Tadi minta 50 batang. Mungkin mau buat pagar di sekeliling sekolah."

    Awal kehadiran di Posko Cipelang, tim Rusia terkesan tak bersahabat. Namun, ternyata bukan tidak ramah. Kendala bahasa membuat mereka sulit berkomunikasi. Apalagi mereka juga tak fasih berbahasa Inggris. Bahkan, salah seorang anggota tim Rusia melalui Danrem Suryakencana sempat memberi sebatang rokok asli Rusia ketika Tempo nyanggon dekat tenda komando. Rokok tanpa filter dan tanpa cengkih ini ujung kertasnya seperti karton yang dilipat-lipat. "Enak?" kata satu orang Rusia sambil tertawa dan mengacungkan jempolnya.

    ARIHTA U SURBAKTI

    Berita terkait
    Kru Sukhoi Rusia di Mata Blogger Sergey Dolya
    Kuncen Gunung Salak Minta Nama Penumpang Sukhoi
    Negosiasi Asuransi Sukhoi Tanpa Intervensi Negara

    Benda Mirip Parasut Sukhoi Dikirim ke Halim

    Sukhoi Siap Bayar Asuransi Korban

    Hatta Rajasa: Kader PAN Tanpa Politik Uang

    Fakta Janggal Sukhoi Superjet Rusia



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.