RS Polri Siapkan Tenda Otopsi Korban Sukhoi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puing-puing pesawat Sukhoi Superjet-100 yang hilang terlihat berserakan di tebing Gunung Salak di Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/5). AP

    Puing-puing pesawat Sukhoi Superjet-100 yang hilang terlihat berserakan di tebing Gunung Salak di Bogor, Jawa Barat, Jumat (11/5). AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Meskipun keberadaan 45 penumpang Sukhoi Super Jet 100 masih misteri, Rumah Sakit Pusat Polisi Sukamto, Kramat Jati, sudah bersiap menyambut kepulangan mereka. Menurut Kepala RS, Brigadir Jenderal Agus Prayitno, pihaknya sudah menambah sarana otopsi dan menentukan urutan langkah penanganan korban.

    Di halaman gedung forensik RS sudah berdiri rapi dua tenda otopsi darurat. Tenda abu-abu tersebut ukurannya 6x6 meter dan tinggi 4 meter. Bau karbol semerbak di antara dua pembaringan jenazah. Kedua tenda berlabel Disaster Victim Identification.

    Gedung forensik yang hanya sanggup menampung 30 jenazah dirasa kurang. Karena itu, di samping tenda, sebuah kompartemen pendingin jenazah sudah bersiaga. Kapasitas pendingin itu 12 jenazah. Sekeliling tenda dan ruang forensik sudah dibatasi dengan pita kuning garis polisi.

    Kata Agus, masing-masing tenda darurat bisa menampung otopsi dua jenazah. Sehingga dengan ditambah kapasitas gedung, total enam jasad bisa diotopsi secara bersamaan.
    Ketika jasad penumpang Sukhoi tiba di RS nanti, mereka akan diterima di ruang forensik. "Urutan identifikasi yang pertama, kita akan terima semuanya di dalam ruangan ini," kata Agus, Jumat, 11 Mei 2012. Lalu, korban akan diberi label atas dasar jenis kelamin dan ras.

    Setelah itu, jasad akan disimpan di lemari pendingin karena tidak semuanya langsung dapat diotopsi. "Ini sudah dua hari, pembusukan sudah mulai terjadi. Nantinya kami keluarkan enam orang (korban) dulu untuk otopsi," ia menerangkan.

    Selanjutnya, data postmortem para korban akan dicocokkan dengan data antemortem yang sudah dikumpulkan sebelumnya. "Kalau kedua data cocok, baru kami lakukan pelepasan kepada keluarga," katanya.

    Untuk itu, tim RS Polri sudah ada yang berjaga di Bandar Udara Halim Perdanakusuma untuk memperoleh data antemortem tersebut. "Kemarin kami sudah ambil data sampel DNA 27 korban," ucap dia.

    Adapun keberadaan penumpang Sukhoi belum benar-benar jelas sejak pesawat itu hilang kontak, Rabu 9 Mei lalu. Belakangan, serpihan pesawat terdeteksi berada di Kampung Batu Tapak, Cidahu, Jawa Barat. Sekarang, tim SAR masih berupaya melakukan evakuasi melalui jalur darat dan udara.

    ATMI PERTIWI

    Berita terkait:
    Diragukan Jika Sukhoi Turun Ketinggian Karena Cuaca Buruk

    Sukhoi Joy Flight, Kenapa Ambil Rute Selatan?

    Tiga Sebab Jatuhnya Sukhoi

    Pilot Sukhoi Pernah Jadi Astronot Penguji Termuda

    Tim Sukhoi Rusia Dipimpin Mikhael Pogosyan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.