Dimyati Hartono Resmi Tinggalkan DPR/MPR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Penasehat Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPR Dimyati Hartono resmi mengundurkan diri dari DPR/MPR. Hal itu disampaikan Dimyati kepada pers di ruang kerjanya, lantai enam Gedung Nusantara I DPR, Rabu (27/2). Dimyati telah mengajukan pengunduran dirinya sejak 4 Februari lalu, baik sebagai anggota DPR maupun anggota PDIP. Ruang nomor 631 yang ditempati Dimyati sejak pagi tadi mulai dirapikan. Ia menyesalkan berbagai pihak yang salah menangkap maksud pengunduran dirinya. Misalnya ada yang menyebut pengunduran dirinya kurang sesuai dengan garis organisasi karena tidak disampaikan terlebih dahulu ke ketua umum partai. “Orang yang mengatakan hal itu kurang cermat membaca rencana pengunduran diri saya,” ujarnya. Ia beralasan, pengunduran dirinya tidak disampaikan terlebih dahulu ke ketua umum, melainkan ke ketua fraksi, agar tugas-tugasnya di fraksi dan DPR tidak terbengkalai. Pengunduran dirinya, lanjut dia, juga disalah artikan dengan kekecewaannya terhadap partai. ”Buat saya, tidak ada sakit hati. Kita putuskan untuk berjuang di partai jika sudah tahu resikonya,” tegas Guru Besar Universitas Diponegoro ini. Pada kesempatan itu, Dimyati kembali menegaskan sikapnya mengenai rangkap jabatan. Menurut dia, kalau sudah menjadi pimpinan parpol harus melepaskan jabatan publik atau sebaliknya. “Saya tidak mau berada dalam kondisi ambivalen nanti. Karena itu saya tegaskan, saya mundur dari jabatan publik sehingga saya bisa concern pada jabatan non-publik, seandainya saya terpilih menjadi ketua umum dari partai yang akan saya dirikan,” ungkap dia. Dimyati sendiri rencananya, Maret mendatang akan mendeklarasikan Partai Indonesia Tanah Air Kita (PITA) di Jakarta. Ia menyebutkan, tidak akan ada nama orang terkenal dalam jajaran pengurus partai yang akan dideklarasikan nantinya. Ia beralasan, sulit mencari orang terkenal yang tidak terkait Orde Baru dan bebas dari masa lalu, sebagai orang yang tidak melakukan penyalahgunaan kekuasaan. (SS Kurniawan – Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.